Frame Daily, Jakarta – Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 21–25 Juli 2026 ini menjadi ajang promosi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema "Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya", bazar tidak hanya menghadirkan beragam produk lokal, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya Nusantara. Ratusan pelaku usaha dari berbagai provinsi memanfaatkan kegiatan ini untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat.
Beragam produk yang dipamerkan meliputi wastra Nusantara seperti batik, tenun, songket, dan ulos, produk fesyen, kerajinan tangan, aksesori, perhiasan, hingga aneka kuliner khas daerah. Keberagaman tersebut mencerminkan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Indonesia.
Ratusan UMKM Ramaikan Bazar
Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 diikuti 374 peserta dengan total 727 stan, yang terdiri atas 531 stan fesyen, 152 stan kuliner, dan 44 dapur bersama. Skala penyelenggaraan tersebut menunjukkan tingginya partisipasi pelaku UMKM dari seluruh Indonesia.
Selain menjadi ajang transaksi, bazar juga menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat, komunitas, dan berbagai mitra strategis. Diharapkan, kegiatan ini mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.
Hadirkan Edukasi dan Digitalisasi UMKM
Tidak hanya menghadirkan pameran produk, penyelenggara juga menggelar enam sesi talkshow yang membahas berbagai isu penting bagi pelaku UMKM.
Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran digital, strategi pengembangan usaha, legalitas bisnis, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk. Narasumber berasal dari berbagai institusi, termasuk BRI, Telkomsel, dan Kementerian Hukum.
Melalui sesi edukasi tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar.
Promosi Budaya Nusantara

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 juga menjadi panggung promosi budaya Indonesia. Selama penyelenggaraan, pengunjung disuguhkan 29 pertunjukan seni dan budaya, mulai dari tarian tradisional, parade wastra Nusantara, peragaan busana, hingga pertunjukan musik.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Produk-produk lokal yang dipamerkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai sejarah, tradisi, dan identitas daerah asalnya.
Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 juga melibatkan berbagai satuan kerja Bhayangkari, Polda dari seluruh Indonesia, serta sejumlah mitra strategis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat akses pembiayaan, digitalisasi usaha, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga perluasan jaringan pemasaran bagi pelaku UMKM.
Melalui sinergi antara berbagai pihak, penyelenggaraan bazar diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif nasional sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.
Sebagai ajang yang memadukan promosi produk, edukasi, dan pelestarian budaya, Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 diharapkan menjadi salah satu momentum untuk memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat yang lebih luas.
Komentar