Armada BRT Trans Tangerang Batuceper-Cibodas Dikeluhkan Penumpang

Penumpang BRT Trans Tangerang rute Batuceper-Cibodas mengeluhkan kondisi armada yang dinilai kurang layak. Panel bus terbuka, AC kurang dingin, hingga QRIS error jadi keluhan pengguna harian.

Armada BRT Trans Tangerang Batuceper-Cibodas Dikeluhkan Penumpang
Kondisi didalam armada BRT Trans Tangerang (23/5/2026). (Frame Daily)

Frame Daily, Tangerang — Layanan BRT Trans Tangerang rute Batuceper menuju Cibodas dikeluhkan sejumlah penumpang. Kondisi armada yang dinilai kurang layak hingga sistem pembayaran dengan QRIS yang masih sering bermasalah menjadi keluhan pengguna harian.

Meski demikian, tingginya jumlah penumpang di rute tersebut masih terus terlihat karena tarif perjalanan yang sangat murah menjadi pilihan transportasi harian masyarakat Tangerang.

Interior Bus Dinilai Kurang Nyaman

Sejumlah pengguna mengaku kondisi armada di rute Batu ceper–Cibodas mulai mengalami penurunan kualitas.

Beberapa bagian panel di dalam bus terlihat terbuka dan tidak tertutup rapat. Selain itu, kondisi interior dinilai kurang terawat sehingga membuat perjalanan terasa kurang nyaman, terutama saat bus dalam kondisi penuh.

Pendingin udara di sejumlah armada juga disebut tidak bekerja maksimal ketika jam sibuk.

“Panel dalam bus ada yang terbuka, terus AC kadang kurang dingin kalau lagi penuh, terus kalau hujan ada tayo yang bocor jd air masuk kedalam” ujar salah satu penumpang.

Video Jaklingko Serobot Jalur di Jalan Padat Viral Di MedsosFrame Daily
Video Jaklingko diduga menyerobot jalur di tengah kemacetan viral di media sosial. Aksi sopir angkutan umum itu memicu emosi pengendara dan ramai disorot warganet.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Belum Ada Peremajaan Armada

Penumpang juga menyoroti belum adanya peremajaan armada hingga saat ini.

Bus yang beroperasi di rute tersebut dinilai sudah cukup lama digunakan tanpa pembaruan signifikan, sementara mobilitas penumpang tetap tinggi setiap harinya.

Selain armada, kondisi halte dan titik pemberhentian di beberapa lokasi juga disebut masih minim fasilitas pendukung bagi pengguna.

QRIS Sering Bermasalah, Penumpang Masih Bayar Tunai

Keluhan lain datang dari sistem pembayaran non tunai menggunakan QRIS yang disebut masih sering mengalami gangguan.

Penumpang mengaku beberapa kali gagal melakukan pembayaran digital karena sistem tidak dapat membaca kode QR atau jaringan mengalami kendala.

Meski pembayaran non tunai berbasis kartu elektronik masih bisa digunakan normal, fitur pembayaran melalui QRIS disebut kerap mengalami error di sejumlah armada.

Akibatnya, banyak pengguna akhirnya tetap membayar secara tunai meski di dalam bus terdapat imbauan penggunaan pembayaran non tunai.

Tarif Murah Bikin Penumpang Tetap Ramai

Di tengah berbagai keluhan tersebut, layanan BRT Trans Tangerang masih menjadi pilihan banyak warga karena tarifnya yang relatif terjangkau untuk transportasi harian.

Hal itu membuat jumlah penumpang tetap ramai, terutama pada pagi dan sore hari saat aktivitas kerja berlangsung.

Ditulis oleh SA

Komentar