Fakta Penting
- SGS merupakan singkatan dari Société Générale de Surveillance.
- Perusahaan berasal dari Swiss dan berdiri sejak 1878.
- Bergerak di bidang testing, inspection, and certification (TIC).
- Beroperasi di lebih dari 100 negara dengan jaringan kantor dan laboratorium global.
- Nama SGS disebut Menkeu dalam konteks reformasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, bukan sebagai keputusan resmi pengganti DJBC.
Frame Daily, Jakarta - Nama SGS (Société Générale de Surveillance) menjadi perhatian publik setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut perusahaan tersebut sebagai alternatif yang dapat menggantikan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) apabila reformasi di institusi tersebut tidak menunjukkan hasil dalam waktu satu tahun.
Pernyataan itu memunculkan pertanyaan di masyarakat, sebenarnya apa itu SGS dan mengapa perusahaan tersebut dikaitkan dengan pengawasan kepabeanan di Indonesia.
Perusahaan Inspeksi dan Sertifikasi Global
SGS merupakan perusahaan multinasional asal Swiss yang bergerak di bidang pengujian (testing), inspeksi (inspection), dan sertifikasi (certification) atau dikenal sebagai industri TIC (Testing, Inspection and Certification). Perusahaan ini berdiri pada 1878 dan kini beroperasi di lebih dari 100 negara melalui ribuan kantor dan laboratorium di seluruh dunia.
Layanan SGS digunakan oleh pemerintah, pelaku industri, eksportir, importir, hingga perusahaan multinasional untuk memastikan kualitas, kuantitas, keamanan, dan kepatuhan suatu barang terhadap standar maupun regulasi yang berlaku.
Apa Hubungannya dengan Bea Cukai?
Dalam perdagangan internasional, SGS dikenal sebagai perusahaan yang dapat melakukan inspeksi barang sebelum pengiriman (pre-shipment inspection), verifikasi dokumen perdagangan, pemeriksaan kualitas dan kuantitas barang, serta membantu memastikan kesesuaian barang dengan ketentuan negara tujuan.
Di berbagai negara, pemerintah memang pernah bekerja sama dengan perusahaan inspeksi independen seperti SGS untuk membantu proses verifikasi barang impor maupun ekspor. Namun, perusahaan seperti SGS bukan pengganti fungsi negara secara keseluruhan, melainkan penyedia jasa inspeksi dan verifikasi sesuai kontrak atau kebijakan pemerintah.
Mengapa Nama SGS Disebut Menkeu?
Nama SGS mencuat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menghadapi ancaman pembubaran apabila tidak menunjukkan perbaikan dalam waktu satu tahun.
Dalam pernyataannya, Purbaya menyebut apabila reformasi gagal, pemerintah mempertimbangkan menggunakan SGS sebagai alternatif dalam menjalankan fungsi tertentu yang selama ini berada di bawah Bea Cukai.
Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi pemerintah mengenai pembubaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai maupun penunjukan SGS untuk mengambil alih tugas lembaga tersebut. Pernyataan Menkeu merupakan bagian dari ultimatum agar reformasi di lingkungan DJBC berjalan lebih cepat.
Apakah SGS Beroperasi di Indonesia?
Ya. SGS telah memiliki kegiatan usaha di Indonesia dan menyediakan berbagai layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, serta verifikasi bagi berbagai sektor industri, termasuk pertambangan, energi, manufaktur, pangan, dan perdagangan.
Meski demikian, layanan yang diberikan bersifat profesional dan independen sesuai kebutuhan klien maupun kerja sama yang disepakati, bukan sebagai lembaga pemerintah yang menjalankan fungsi kepabeanan.
Komentar