Album Perdana no na "island girl": Eksplorasi Musik Pop Berbalut Unsur Budaya Indonesia

Grup musik di bawah naungan 88rising, no na, resmi merilis album perdana bertajuk "island girl". Album ini menampilkan warna musik Island Pop dengan memasukkan berbagai elemen budaya serta identitas lokal Indonesia.

Album Perdana no na "island girl": Eksplorasi Musik Pop Berbalut Unsur Budaya Indonesia
Grup no na merilis album perdana "island girl" yang melibatkan Stephanie Poetri sebagai penulis 12 dari 15 lagu di dalamnya. Album ini menonjolkan keunikan musik Island Pop berbalut unsur budaya Indonesia (Dok. Instagram @nonawav)

Frame Daily, Jakarta - Industri musik global kembali disuguhi karya berorientasi lokal yang dibungkus dengan selera internasional. Grup musik besutan label 88rising, no na, merilis album perdana mereka yang bertajuk "island girl". Berdasarkan pantauan Frame Daily, album ini secara gamblang mengusung tajuk Island Pop yang sarat akan eksplorasi unsur-unsur kebudayaan dan keseharian khas Indonesia.

Langkah no na menghadirkan warna musik berkarakter lokal terasa menonjol di tengah gempuran tren pop global. Hal tersebut tecermin dari komposisi instrumen musik tradisional hingga detail suara audio yang diselipkan pada trek-trek di dalam album.

Di dalam album "island girl", pendengar diajak mendengarkan harmoni unik yang menyatukan alunan modern dengan unsur nusantara. Salah satunya dapat dirasakan melalui denting ceng-ceng—alat musik tradisional asal Bali—yang menghiasi lagu "work". Tak hanya itu, instrumen gamelan juga turut disisipkan secara apik dalam lagu "rollerblade".

Bahkan, detail yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia tidak luput dari perhatian. Pada lagu "honk!", pendengar bisa mendengarkan bunyi klakson minibus yang familier di telinga masyarakat lokal.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen no na untuk tidak sekadar membawakan genre pop biasa, melainkan memperkenalkan ragam identitas visual dan audio Indonesia ke panggung internasional. Unsur lokal juga diperkuat melalui pemilihan judul lagu yang sangat dekat dengan kultur masyarakat, seperti "durian" dan "party in the +62".

Keberhasilan penyusunan materi lagu dalam album ini tidak lepas dari peran para musisi dan produser di balik layar. Musisi Indonesia, Stephanie Poetri, mengambil peran signifikan dalam proses kreatif karya ini. Berdasarkan pantauan Frame Daily, putri dari penyanyi senior Titi DJ tersebut terlibat langsung dalam penulisan lagu. Dari total 15 lagu yang terdapat di album "island girl", Stephanie Poetri tercatat menulis 12 lagu di antaranya.

Dalam proses penggarapan lagu, Stephanie tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan sejumlah penulis dan produser ternama internasional, seperti fussy, PIAO, dan lophiile, serta beberapa nama produser lainnya. Sinergi antara para pembuat lagu ini menghasilkan deretan materi yang tidak hanya segar dan berenergi, tetapi juga memiliki kedalaman emosional serta kekuatan estetika yang solid.

Sebagai rangkaian penting menuju perilisan album penuhnya, no na terlebih dahulu meluncurkan sebuah film pendek berdurasi 13 menit berjudul "speaker freaker (the long song)" pada 11 September 2026 lalu. Film pendek ini dirancang secara khusus untuk merangkai 8 lagu dari album perdana mereka ke dalam satu narasi visual yang utuh.

Pengambilan gambar untuk karya visual ini dilakukan langsung di dua kota besar di Indonesia, yakni Jakarta dan Yogyakarta. Pemilihan latar tempat tersebut memberikan gambaran visual yang kontras namun saling melengkapi—memperlihatkan dinamika kehidupan perkotaan Jakarta sekaligus nuansa kebudayaan dan kehangatan khas Yogyakarta.

Melalui film pendek ini, penikmat musik diajak menikmati karya no na tidak hanya dari sudut pandang pendengaran, tetapi juga lewat cerita visual yang menarik. Pendekatan ini semakin mempertegas identitas no na sebagai grup musik yang menghargai narasi artistik dalam setiap rilisan perdananya.

Dengan perpaduan instrumen tradisional, lirik yang relevan, serta pengemasan visual yang terkonsep matang, album "island girl" menjadi sinyal kuat hadirnya warna baru dalam panggung musik pop kontemporer.

Ditulis oleh Defi

Komentar