Frame Daily, Jakarta - Pertandingan penentu di babak penyisihan Grup L Piala Dunia 2026 baru saja menyajikan duel sengit yang mempertemukan wakil Amerika Tengah dengan raksasa Eropa. Pertanyaan besar mengenai skor Panama vs England akhirnya terjawab di New York New Jersey Stadium. Melalui perjuangan keras sepanjang 90 menit, armada Thomas Tuchel sukses memetik poin penuh setelah membungkam perlawanan ketat Panama dengan skor akhir 2-0. Kemenangan krusial ini sekaligus memastikan posisi Tiga Singa melaju ke babak 16 besar sebagai juara grup berkat torehan 7 poin dari tiga laga yang telah dijalani.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif menyerang dan mendominasi penguasaan bola di tengah kondisi lapangan yang basah akibat guyuran hujan. Penyerang sayap Marcus Rashford dan Bukayo Saka beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Panama yang digalang oleh Fidel Escobar dan José Córdoba. Namun, kokohnya tembok pertahanan Los Canaleros serta penampilan gemilang penjaga gawang Orlando Mosquera membuat semua peluang emas Inggris di paruh pertama mentah begitu saja. Panama bahkan sesekali menebar ancaman nyata lewat serangan balik cepat José Luis Rodríguez yang sempat memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan penting. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum, memicu ketegangan di kubu fans Inggris yang khawatir akan kebuntuan tim kesayangan mereka.

Memasuki babak kedua, penyegaran taktik yang diinstruksikan oleh Thomas Tuchel langsung membuahkan hasil nyata di lapangan. Kebuntuan tersebut akhirnya pecah pada menit ke-62 lewat situasi bola mati. Berawal dari sepak pojok terukur yang dilepaskan oleh Bukayo Saka, gelandang andalan Real Madrid, Jude Bellingham, berhasil melepaskan diri dari kawalan ketat pemain lawan. Dengan insting yang tajam, Bellingham menyodorkan kaki kirinya untuk menyepak bola masuk ke dalam jaring gawang Mosquera. Gol pembuka ini mengubah kedudukan papan skor sekaligus meredakan tekanan berat yang sempat menggelayuti pundak para penggawa Inggris.
Hanya berselang lima menit setelah gol pertama, publik New Jersey kembali bergemuruh menyambut gol kedua Inggris. Kali ini giliran sang kapten, Harry Kane, yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-67. Proses gol tercipta dengan sangat cantik berkat kerja sama tim yang rapi, di mana Jude Bellingham bertindak sebagai kreator dengan mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kiri luar kotak penalti. Harry Kane yang berdiri bebas di area terlarang langsung menyambut bola dengan sundulan tajam yang mengarah mulus ke pojok gawang tanpa bisa dihalau oleh kiper Panama.

Gol sundulan tersebut tidak sekadar memperlebar keunggulan tim nasional Inggris, melainkan juga menorehkan tinta emas bersejarah bagi karier internasional Harry Kane. Dengan tambahan satu gol di laga ini, penyerang legendaris tersebut resmi menasbihkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi timnas Inggris di panggung Piala Dunia dengan koleksi 11 gol. Catatan fantastis ini sukses melampaui rekor legendaris sebelumnya yang dipegang oleh Gary Lineker dengan 10 gol. Pencapaian ini menegaskan status Kane sebagai salah satu striker terbaik dunia yang tetap konsisten di level tertinggi.
Di sisa waktu pertandingan, Panama yang sudah dipastikan tersingkir tetap menunjukkan semangat juang tinggi demi mencetak gol hiburan. Mereka sempat bersorak di menit-menit akhir laga ketika penyerang pengganti, José Fajardo, berhasil mengelabui Jordan Pickford dan menggetarkan jala gawang Inggris. Kegembiraan para pemain Panama langsung sirna setelah hakim garis mengangkat bendera pertanda offside, sebuah keputusan yang kemudian dikonfirmasi sah oleh teknologi VAR.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor Panama vs England tetap bertahan 2-0 untuk kemenangan Tiga Singa. Panama harus menyudahi perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tanpa raihan poin maupun gol, sementara Inggris melangkah mantap menuju babak gugur dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi.

Komentar