Frame Daily, Jakarta – Organisasi Angkutan Darat (Organda) mendorong percepatan digitalisasi sistem angkutan barang sebagai langkah strategis mendukung target pemerintah mewujudkan zero over dimension over loading (ODOL) pada 2027. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus memperbaiki efisiensi logistik nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda, Adrianto Djokosoetono, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Organda 2026 yang digelar di Jakarta.
Digitalisasi Jadi Kunci Pengawasan Kendaraan ODOL
Adrianto mengatakan penerapan teknologi digital menjadi salah satu prioritas Organda dalam membangun tata kelola angkutan darat yang modern, transparan, dan akuntabel.
"Kami mendorong digitalisasi tiket, sistem logistik, hingga manifest elektronik (e-manifest) agar penyebab terjadinya kendaraan ODOL dapat ditelusuri secara jelas," kata Adrianto.
Menurutnya, sistem digital memungkinkan seluruh rantai distribusi barang dapat dipantau secara menyeluruh, mulai dari identitas pemilik barang, perusahaan pengangkut, asal muatan, hingga tujuan pengiriman.
"Pemilik barang, pengangkutnya, barangnya siapa, asalnya siapa, dan lain-lain. Jadi itu hal-hal yang memang memungkinkan di zaman yang penuh dengan teknologi ini," ujarnya.
Dengan sistem tersebut, penindakan terhadap pelanggaran ODOL tidak hanya berfokus kepada sopir atau kendaraan, tetapi juga dapat menelusuri seluruh pihak yang terlibat dalam proses distribusi barang.
Keselamatan Jadi Prioritas
Selain transformasi digital, Organda juga menempatkan aspek keselamatan sebagai agenda utama organisasi.
Melalui sosialisasi Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) kepada pelaku usaha angkutan di berbagai daerah, Organda berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara bertahap sekaligus membangun budaya keselamatan yang lebih kuat di sektor transportasi darat.
Adrianto menegaskan, keberlangsungan industri angkutan sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan bagi penumpang maupun kelancaran distribusi logistik harus terus ditingkatkan.
Ia juga mengingatkan bahwa sektor transportasi terbukti memiliki peran vital saat pandemi COVID-19 dalam menjaga pergerakan ekonomi nasional ketika aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan.
Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Menghadapi berbagai tantangan industri transportasi, Organda berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah, asosiasi mitra, serta seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Adrianto, kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang mampu mendukung pertumbuhan industri angkutan nasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor transportasi darat.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Organda juga dijadikan semangat untuk terus melakukan transformasi digital, meningkatkan keselamatan, serta memperkuat soliditas organisasi.
Kemenhub: Zero ODOL Harus Ditangani dari Hulu hingga Hilir
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menegaskan implementasi kebijakan menuju zero ODOL 2027 harus dilakukan secara menyeluruh.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengatakan persoalan kendaraan over dimension over loading tidak dapat lagi ditangani secara parsial.
"Untuk mewujudkan zero ODOL 2027, permasalahan angkutan lebih dimensi dan lebih muatan tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan perlu ditangani secara menyeluruh dari hulu ke hilir," kata Aan. Dilansir dari ANTARA
Menurutnya, persoalan ODOL bukan hanya sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan juga menyangkut keselamatan transportasi dan ekosistem logistik nasional yang melibatkan banyak pihak.
Pemerintah berharap pendekatan menyeluruh tersebut mampu meningkatkan keselamatan di jalan raya, memperpanjang usia infrastruktur jalan, sekaligus menciptakan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan berdaya saing.
Komentar