Frame Daily, Ternate - Gelombang warna-warni bendera kontestan Piala Dunia 2026 kini berhasutan di sepanjang jalan, gang kecil, hingga pesisir pantai Maluku Utara. Bukan sekadar demam bola biasa, bagi warga Maluku Utara, turnamen empat tahunan ini adalah ruang kegembiraan bersama yang menyatukan seisi kampung
Dari Kota Ternate, Tidore, hingga pelosok Halmahera, hampir setiap depan rumah warga kompak mengibarkan bendera negara favorit mereka. Pemandangan ini menciptakan atmosfer unik yang membedakan wilayah kepulauan ini dengan daerah lain di Indonesia.
Gotong Royong Mendirikan Tiang
Semangat warga tidak muncul secara individu, melainkan lewat gerakan kolektif yang spontan. Sejak sebulan sebelum kickoff, warga di berbagai desa mulai berburu bambu ke hutan secara berkelompok.
Mereka bergotong royong memotong, menghaluskan, hingga mengecat bambu-bambu tersebut. Tradisi mendirikan tiang bendera raksasa di depan rumah kini menjadi pemandangan wajib yang melibatkan bapak-bapak, pemuda, hingga anak-anak
Kreativitas Tanpa Batas di Gang Sempit
Uniknya, warga tidak sekadar membeli bendera jadi. Banyak komunitas ibu-ibu di desa-desa Maluku Utara yang memilih menjahit sendiri kain-kain polos menjadi bendera negara luar.
Gang-gang sempit disulap menjadi lorong kreatif. Dinding pembatas jalan dicat dengan motif lapangan bola atau wajah para bintang lapangan hijau. Saat malam tiba, lampu tumblr warna-warni menerangi deretan bendera tersebut, mengubah pemukiman warga menjadi destinasi wisata dadakan yang hangat
Tradisi Konvoi Damai dan "Baku Sayang"
Maluku Utara punya cara sendiri merayakan perbedaan dukungan. Meski bendera Brasil, Argentina, Jerman, hingga Belanda saling berhadapan antar-rumah, suasana justru penuh keakraban.
Warga kerap menggelar tradisi konvoi keliling kampung dengan tertib menggunakan kendaraan bermotor. Menariknya, tidak ada ruang untuk saling ejek. Jika tim salah satu warga kalah, esok harinya warga lain akan datang membawa kopi dan pisang goreng sebagai bentuk hiburan humoris—sebuah manifestasi lokal dari kultur baku sayang (saling menyayangi)
Simbol Harapan Anak Muda Daerah
Di balik kibaran bendera asing tersebut, tersimpan mimpi besar masyarakat Maluku Utara. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu lumbung talenta sepak bola alami di Indonesia Timur
Bagi warga, melihat bendera-bendera dunia berkibar di depan rumah mereka adalah cara merawat mimpi anak-anak muda lokal. Mereka berharap, suatu hari nanti, bukan lagi bendera negara luar yang mereka kibarkan dengan bangga, melainkan bendera Merah Putih dengan putra daerah Maluku Utara yang berlaga di dalamnya
Komentar