Vietnam Percepat PLTN Pertama, Rusia Siap Bangun Dua Reaktor

Vietnam dan Rusia mempercepat pembangunan PLTN pertama Vietnam melalui proyek Ninh Thuan-1 dengan dua reaktor VVER-1200 buatan Rosatom.

Vietnam Percepat PLTN Pertama, Rusia Siap Bangun Dua Reaktor
Foto ilustrasi : framedaily.id

Frame Daily, Moskow - Vietnam dan Rusia sepakat mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama Vietnam. Proyek strategis ini menjadi tonggak penting bagi sektor energi negara Asia Tenggara tersebut sekaligus memperkuat kerja sama bilateral di bidang teknologi nuklir dan ketahanan energi.

Kesepakatan itu disampaikan Duta Besar Vietnam untuk Rusia, Dang Minh Khoi, yang menyebut kedua negara memiliki komitmen untuk segera memulai pembangunan setelah menyelesaikan berbagai aspek teknis yang masih dibahas.

Vietnam dan Rusia Sepakat Percepat Pembangunan PLTN

Dalam keterangannya kepada RIA Novosti, Dang Minh Khoi mengatakan Hanoi dan Moskow memiliki pandangan yang sama untuk mempercepat realisasi proyek PLTN pertama Vietnam.

"Kedua belah pihak berharap dapat memulai pembangunan. Kedua belah pihak sepakat bahwa proses ini perlu dipercepat," ujar Dang Minh Khoi. Dilansir dari ANTARA

Ia berharap seluruh pembahasan mengenai aspek teknis dapat segera diselesaikan sehingga tahap konstruksi dapat dimulai sesuai rencana.

Kesepakatan tersebut menjadi kelanjutan dari hubungan strategis kedua negara di sektor energi yang telah terjalin selama beberapa dekade.

PLTN Ninh Thuan-1 Gunakan Teknologi Rusia

Pemerintah Rusia dan Vietnam sebelumnya telah menandatangani perjanjian antarpemerintah mengenai pembangunan PLTN Ninh Thuan-1 pada Maret 2026.

Perusahaan energi nuklir milik negara Rusia, Rosatom, akan menjadi pengembang utama proyek tersebut.

PLTN Ninh Thuan-1 dirancang menggunakan dua reaktor VVER-1200 Generasi III+, masing-masing memiliki kapasitas 1.200 megawatt (MW).

Teknologi VVER-1200 dikenal sebagai salah satu desain reaktor modern yang dilengkapi sistem keselamatan aktif dan pasif untuk memenuhi standar internasional dalam pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir.

Apabila seluruh proyek selesai dibangun, PLTN ini diproyeksikan menjadi salah satu sumber pasokan listrik utama Vietnam guna memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan ekonomi nasional.

Kerja Sama Strategis Makin Erat

Selain membahas proyek PLTN, Vietnam juga berharap hubungan bilateral dengan Rusia semakin kuat melalui berbagai agenda internasional.

Dang Minh Khoi mengatakan Vietnam berharap Presiden Rusia Vladimir Putin dapat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan digelar di Vietnam pada 2027.

"Kami telah mulai melakukan persiapan untuk KTT APEC. Kami berharap Presiden Putin akan berkunjung dan berpartisipasi," katanya.

Sebelumnya, pejabat senior Vietnam Le Minh Hung bertemu Presiden Putin di sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan pada 18 Juni.

Dalam pertemuan tersebut, Le Minh Hung menyampaikan undangan resmi dari Presiden Vietnam To Lam agar Vladimir Putin melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam sekaligus menghadiri KTT APEC 2027.

PLTN Dinilai Penting bagi Ketahanan Energi Vietnam

Pembangunan PLTN pertama menjadi bagian dari strategi Vietnam dalam memperluas bauran energi nasional.

Kebutuhan listrik Vietnam terus meningkat seiring pertumbuhan sektor manufaktur, investasi asing, dan perkembangan kawasan industri.

Energi nuklir dipandang mampu menyediakan pasokan listrik dalam jumlah besar dengan emisi karbon yang relatif rendah sehingga mendukung target transisi energi jangka panjang.

Keberhasilan proyek Ninh Thuan-1 juga diperkirakan membuka peluang kerja sama baru antara Vietnam dan Rusia di bidang teknologi tinggi, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Percepatan pembangunan PLTN pertama Vietnam menjadi langkah strategis bagi Hanoi dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus memperdalam kerja sama dengan Rusia. Dengan dukungan teknologi Rosatom dan komitmen kedua pemerintah, proyek Ninh Thuan-1 diharapkan menjadi fondasi baru bagi sistem energi Vietnam dalam beberapa dekade mendatang.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar