Frame Daily, Jakarta - Kehilangan sosok orang tua di usia muda meninggalkan luka mendalam yang tak mudah hilang oleh waktu. Hal ini dirasakan langsung oleh putri mendiang Adjie Massaid, Aaliyah Massaid. Meski tragedi meninggalnya sang ayah telah berlalu bertahun-tahun lalu, jejak trauma psikologis rupanya masih tersisa dan kini memengaruhi kehidupannya setelah berumah tangga dengan Thariq Halilintar.
Aaliyah secara terbuka mengaku sering merasa cemas berlebihan setiap kali sang suami berpamitan untuk melakukan aktivitas olahraga bola atau futsal pada malam hari. Rasa khawatir mendadak menyeruak lantaran skenario tersebut sangat mirip dengan ingatan kelam masa kecilnya saat sang ayah menghembuskan napas terakhir.
"Iya (trauma). Aku agak trauma kalau misalkan suamiku olahraga bola malam-malam," ujar Aaliyah Massaid saat menceritakan perasaan gundahnya.
Perasaan parno—istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan rasa cemas berlebih—semakin memuncak apabila Thariq sulit dihubungi saat berada di lapangan. Dalam situasi seperti itu, pikiran buruk refleks membayangi Aaliyah. Untuk menenangkan diri dan memastikan kondisi suaminya tetap aman, ia memilih berinisiatif menghubungi orang-orang terdekat yang mendampingi Thariq, termasuk sang sopir pribadi.
"Jadi kalau misalkan dia olahraga malam, gak bisa dihubungi, aku tanya sopirnya. Untungnya, misal main bola ramai, sama temen-temennya," ungkapnya.
Ketakutan yang dialami Aaliyah bukan tanpa alasan mendasar. Seperti diketahui, mendiang Adjie Massaid meninggal dunia secara mendadak pada Februari 2011 silam usai bermain futsal di kawasan Jakarta Selatan. Kepergian sang aktor sekaligus politisi tersebut secara tiba-tiba akibat serangan jantung menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama Aaliyah yang saat itu masih kanak-kanak.
Pengalaman traumatik tersebut kini membentuk pola protektif Aaliyah terhadap kesehatan Thariq Halilintar. Ia melarang keras suaminya turun ke lapangan untuk berolahraga berat jika kondisi fisik Thariq sedang tidak fit atau kekurangan waktu tidur. Menurutnya, kondisi tubuh yang lelah dipaksakan berolahraga malam hari dapat meningkatkan risiko fatal bagi kesehatan.
"Parno, jadi kalau misalkan dia kayak belum tidur cukup, gak usah (main bola) lah," tegas Aaliyah.
Trauma akibat kehilangan anggota keluarga secara mendadak memang membutuhkan waktu dan proses panjang untuk dipulihkan. Bagi Aaliyah Massaid, sikap protektif serta komunikasi ekstra dengan Thariq Halilintar menjadi jalurnya untuk menjaga orang tersayang agar tragedi kelam masa lalu tak terulang kembali.
Komentar