TikTok Lakukan PHK di Indonesia, Restrukturisasi Pascamerger dengan Tokopedia

TikTok mengonfirmasi PHK terhadap sejumlah karyawan di Indonesia sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi pascamerger dengan Tokopedia. Perusahaan menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

TikTok Lakukan PHK di Indonesia, Restrukturisasi Pascamerger dengan Tokopedia
Photo by Collabstr / Unsplash

Frame Daily, Jakarta – TikTok kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan di Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi yang masih berlangsung setelah integrasi bisnis TikTok Shop dengan Tokopedia.

Dilansir dari CNBC Indonesia, TikTok mengonfirmasi adanya pengurangan tenaga kerja di Indonesia. Namun, perusahaan tidak mengungkap jumlah karyawan yang terdampak maupun divisi yang mengalami penyesuaian.

Juru Bicara TikTok menyatakan bahwa perusahaan tengah melakukan penyelarasan organisasi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar Juru Bicara TikTok.

Restrukturisasi Disebut Bagian dari Strategi Jangka Panjang

TikTok menjelaskan bahwa restrukturisasi difokuskan pada fungsi riset dan pengembangan (Research and Development/R&D). Penyesuaian tersebut dilakukan agar perusahaan dapat memusatkan sumber daya pada sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.

Perusahaan menegaskan keputusan tersebut bukanlah langkah yang mudah. TikTok menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan karyawan yang terdampak memperoleh dukungan selama proses transisi.

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," tambahnya

Meski mengakui adanya PHK, perusahaan belum mengungkapkan berapa total jumlah karyawan yang terdampak maupun unit kerja yang mengalami pengurangan.

Integrasi dengan Tokopedia Masih Berlangsung

Restrukturisasi ini merupakan kelanjutan dari proses integrasi setelah ByteDance mengakuisisi mayoritas saham Tokopedia pada akhir 2023. Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi kembalinya operasional TikTok Shop di Indonesia melalui kemitraan strategis dengan Tokopedia.

Sejak proses integrasi dimulai, kedua perusahaan terus melakukan penyelarasan struktur organisasi. Sejumlah fungsi yang memiliki peran serupa dievaluasi untuk mengurangi tumpang tindih pekerjaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing bisnis.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari transformasi perusahaan dalam membangun organisasi yang lebih ramping dan adaptif terhadap perkembangan industri digital yang bergerak sangat cepat.

Industri Teknologi Masih Dibayangi Gelombang PHK

PHK yang dilakukan TikTok menambah daftar perusahaan teknologi yang melakukan efisiensi dalam beberapa tahun terakhir. Perlambatan ekonomi global, perubahan strategi bisnis, dan meningkatnya investasi pada teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuat banyak perusahaan menata ulang organisasinya.

Sejumlah perusahaan teknologi global memilih mengalihkan investasi ke sektor yang memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi. Dampaknya, sejumlah divisi yang tidak lagi menjadi prioritas mengalami pengurangan tenaga kerja sebagai bagian dari strategi efisiensi.

TikTok sendiri sebelumnya juga dilaporkan melakukan restrukturisasi di sejumlah negara sebagai bagian dari penyesuaian organisasi secara global.

Indonesia Tetap Menjadi Pasar Penting

Di tengah proses restrukturisasi, TikTok menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan bisnis di Indonesia. Perusahaan menyebut Indonesia tetap menjadi salah satu pasar strategis dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat serta basis pengguna yang besar.

Melalui integrasi dengan Tokopedia, TikTok berharap dapat memperkuat ekosistem perdagangan digital yang melibatkan jutaan pelaku UMKM, kreator, dan konsumen di seluruh Indonesia.

"Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Juru Bicara TikTok.

Hingga berita ini ditulis, masih belum ada informasi resmi yang di buat oleh pihak tiktok mengenai jumlah karyawan yang terdampak PHK maupun divisi yang mengalami pengurangan tenaga kerja.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar