Frame Daily, Jombang – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki rangkaian persidangan pada Jumat (28/8/2026).
Forum permusyawaratan tertinggi NU ini diikuti ribuan muktamirin dari berbagai wilayah Indonesia serta perwakilan cabang istimewa NU di luar negeri. Panitia sebelumnya menyiapkan kuota layanan bagi sekitar 3.200 peserta Muktamar.
Sidang menjadi tahapan penting karena peserta mulai membahas berbagai agenda yang berkaitan dengan tata kelola organisasi, pertanggungjawaban kepengurusan, program, rekomendasi, hingga persoalan keagamaan.
Sidang Pleno Bahas Jadwal dan Tata Tertib
Sidang Pleno I digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Jumat pagi.
Agenda utama sidang adalah membahas dan mengesahkan jadwal serta tata tertib Muktamar ke-35 NU. Pembahasan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan seluruh tahapan persidangan hingga proses pemilihan kepemimpinan NU periode 2026-2031.
Wakil Ketua Komisi Keorganisasian Muktamar ke-35 NU, Prof Asrorun Niam Sholeh, mengatakan materi yang dibahas mencakup tata tertib, organisasi, program, rekomendasi, serta bahtsul masail.
Ia menekankan pentingnya musyawarah dan mufakat dalam pembahasan materi Muktamar.
“Komitmen kita di dalam menyelenggarakan Muktamar adalah membangun kesepahaman dan dilaksanakan dengan penuh guyub, riang gembira,” kata Asrorun seperti dikutip NU Online, Jumat (28/8/2026).
Pembahasan tata tertib berlangsung dengan dinamika persidangan. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan dan interupsi terkait materi yang dibahas.
Dalam salah satu momen, peserta bahkan melantunkan shalawat Asyghil di tengah jalannya Sidang Pleno I.
Enam Komisi Bahas Agenda Strategis
Setelah Sidang Pleno I, agenda berlanjut dengan Sidang Pleno II yang membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Peserta juga menyampaikan pandangan umum atas LPJ tersebut, sebelum dilanjutkan dengan jawaban atas pandangan umum dari pihak PBNU.
Pada malam harinya, muktamirin mengikuti persidangan enam komisi yang membahas bidang berbeda.
Komisi A membahas Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi'iyyah. Komisi B membahas Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu'iyyah, sedangkan Komisi C membahas Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qonuniyyah.
Sementara Komisi D membahas organisasi, Komisi E membahas program, dan Komisi F membahas rekomendasi.
Persidangan komisi digelar di sejumlah lokasi di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan lembaga pendidikan di sekitarnya.
Materi-materi tersebut akan menjadi bagian penting dalam merumuskan arah perjalanan NU pada periode mendatang.
Agenda Kepemimpinan NU
Rangkaian persidangan Muktamar ke-35 NU berlanjut pada Sabtu (29/8/2026).
Agenda dijadwalkan mencakup kelanjutan sidang komisi dan Sidang Pleno III yang membahas laporan serta pengesahan hasil persidangan komisi.
Setelah itu, Sidang Pleno IV dijadwalkan membahas pengesahan tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU serta tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Tahapan penting kemudian berlangsung melalui Sidang Pleno V. Forum ini mencakup demisioner kepengurusan PBNU masa khidmah 2021-2026, pemilihan dan penetapan anggota AHWA, penetapan Rais Aam masa khidmah 2026-2031, serta pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
Proses tersebut menjadi salah satu agenda yang paling menentukan karena akan menetapkan arah kepemimpinan organisasi untuk lima tahun mendatang.
Muktamar Rumuskan Arah NU Lima Tahun
Muktamar ke-35 NU tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan. Berbagai materi organisasi, program, rekomendasi, serta bahtsul masail yang dibahas menjadi bagian dari perumusan arah khidmah NU.
Portal resmi Muktamar menyebut forum ini sebagai ruang bagi ulama, kiai, dan warga Nahdliyin untuk merumuskan arah perjuangan organisasi sekaligus memperkuat ukhuwah.
Dengan agenda yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026, seluruh persidangan diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang dapat menjadi pijakan NU dalam menghadapi perubahan sosial, keagamaan, teknologi, serta tantangan kebangsaan.
Muktamar ke-35 NU sendiri digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026 dengan tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”
Komentar