Frame Daily, Seluma – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma, Provinsi Bengkulu, menggencarkan upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) melalui kegiatan pengasapan atau fogging. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti di wilayah yang ditemukan kasus maupun kawasan berisiko.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Sasmi Ernantuti, mengatakan fogging merupakan langkah awal pengendalian penyebaran DBD, tetapi bukan satu-satunya metode pencegahan.
"Fogging bukan menjadi satu-satunya cara mencegah DBD. Tapi sebagai langkah awal pencegahan bisa menjadi pilihan yang tepat," kata Sasmi Ernantuti di Bengkulu, Jumat. Dikutip dari ANTARA
Fogging Bukan Solusi Utama
Sasmi menjelaskan fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa. Sementara itu, jentik nyamuk tetap harus diberantas melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat.
Ia mengimbau warga menerapkan pola 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik nyamuk tetap harus diberantas melalui kegiatan PSN yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat," ujarnya.
Warga Diminta Waspadai Gejala DBD
Dinas Kesehatan Seluma juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, hingga muncul bintik-bintik merah pada kulit.
Selain itu, Dinkes akan berkoordinasi dengan puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya untuk memperkuat pemantauan kasus serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kota Bengkulu Tingkatkan Kewaspadaan
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bengkulu juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran DBD meski hingga saat ini belum terdapat laporan kasus pada 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, mengatakan kondisi cuaca yang kurang mendukung dapat meningkatkan risiko berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
"Untuk awal tahun 2026 ini, sampai saat ini belum ada laporan kasus DBD. Namun masyarakat tetap harus waspada karena kondisi cuaca yang kurang baik sangat berpotensi menjadi faktor berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti," kata Neli.
Ia mengajak masyarakat menjaga sanitasi lingkungan dan mengaktifkan kembali gerakan pemberantasan sarang nyamuk sebagai langkah pencegahan yang dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah muncul kasus.
Komentar