Rupiah vs Dolar Singapura, Mana yang Lebih Kuat?

Rupiah vs Dolar Singapura, Mana yang Lebih Kuat?
Rupiah dan dolar Singapura memiliki karakter berbeda. Perbandingan kekuatan kedua mata uang serta faktor yang mempengaruhi nilai tukarnya. Foto ilustrasi : framedaily.id / TA


Frame Daily, Jakarta – Perbandingan nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura (SGD) kembali menjadi perhatian di tengah dinamika ekonomi global. Banyak masyarakat mempertanyakan mata uang mana yang lebih kuat dan apa saja faktor yang memengaruhi pergerakan nilainya.

Berdasarkan pembaruan hari ini, Senin 15 Juni 2026, berikut kisaran kurs terbaru:
1 Dolar Singapura (SGD) = sekitar Rp13.884 – Rp14.036 (tergantung sumber dan waktu pembaruan).
Kurs Referensi Bank Indonesia: SGD
Jual: Rp14.036,00
Beli: Rp13.890-an (kisaran)

Meski demikian, kekuatan mata uang tidak hanya ditentukan oleh nilai tukarnya terhadap mata uang lain. Faktor fundamental ekonomi, tingkat inflasi, stabilitas politik, cadangan devisa, hingga kebijakan bank sentral menjadi penentu utama.

Mengapa Dolar Singapura Lebih Kuat?

Singapura merupakan salah satu pusat keuangan terbesar di Asia dengan perekonomian yang bertumpu pada sektor jasa, perdagangan internasional, teknologi, dan investasi.

Negara tersebut juga memiliki inflasi yang relatif terkendali, sistem keuangan yang kuat, serta cadangan devisa yang besar. Kondisi tersebut membuat dolar Singapura menjadi salah satu mata uang paling stabil di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Indonesia memiliki struktur ekonomi yang lebih besar dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 280 juta jiwa. Rupiah bergerak mengikuti dinamika perdagangan, arus modal asing, harga komoditas, serta kebijakan moneter yang diterapkan pemerintah dan Bank Indonesia.

Ilustrasi Framedaily.id

Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia menegaskan stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi salah satu prioritas utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Kami tegaskan bahwa nilai tukar rupiah sekarang ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamental."
— Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo
Sumber: ANTARA (Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur BI, 22 April 2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan maupun pelemahan rupiah akan terus dijaga agar tetap mencerminkan kondisi ekonomi nasional dan tidak mengalami volatilitas yang berlebihan.

Apa yang Membuat Rupiah Berfluktuasi?

Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebijakan suku bunga global, kondisi geopolitik, harga minyak dunia, hingga arus investasi asing.

Saat investor global cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, biasanya mengalami tekanan. Sebaliknya, ketika investasi asing masuk ke Indonesia, nilai tukar rupiah berpotensi menguat.

Di sisi lain, dolar Singapura juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang diterapkan Monetary Authority of Singapore (MAS), yang menggunakan nilai tukar sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Foto : (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Mana yang Lebih Kuat?

Jika diukur dari nilai tukar, dolar Singapura jelas lebih kuat dibandingkan rupiah karena satu SGD memiliki nilai lebih dari Rp12.000.

Akan tetapi, jika dilihat dari kekuatan ekonomi, kedua mata uang memiliki fungsi yang berbeda. Dolar Singapura didukung ekonomi berorientasi perdagangan internasional dan sektor jasa berteknologi tinggi. Rupiah didukung oleh pasar domestik yang besar, sumber daya alam melimpah, serta pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil.

Karena itu, perbandingan keduanya tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan kurs semata.

Prospek Rupiah ke Depan

Ekonom memperkirakan pergerakan rupiah ke depan masih dipengaruhi kondisi ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia, harga komoditas, serta stabilitas geopolitik.

Selama fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, inflasi terkendali, dan investasi terus meningkat, rupiah memiliki peluang untuk mempertahankan stabilitasnya terhadap berbagai mata uang utama, termasuk dolar Singapura.

Bagi pelaku usaha, investor, maupun masyarakat yang sering melakukan transaksi lintas negara, memahami faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar menjadi langkah penting dalam mengambil keputusan keuangan secara lebih tepat.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar