Frame Daily, Jakarta - Refund tiket penerbangan bagi penumpang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dipastikan diberikan penuh 100 persen setelah delapan bandara ditutup akibat sebaran abu vulkanik. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta seluruh maskapai memenuhi hak penumpang melalui refund maupun penjadwalan ulang atau reschedule.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan refund tiket penerbangan dan reschedule menjadi hak penumpang yang harus difasilitasi maskapai. Kebijakan tersebut diterapkan karena gangguan operasional penerbangan berkaitan dengan faktor keselamatan akibat abu vulkanik.
"Kami sudah menyampaikan bahwa semua airlines harus memfasilitasi hak-hak penumpang untuk melakukan reschedule maupun refund tiketnya," kata Dudy saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Dudy menyebut refund tiket penerbangan telah menjadi bagian dari arahan pemerintah kepada seluruh operator penerbangan. Hingga Minggu, Kemenhub belum menerima laporan mengenai maskapai yang sudah memproses pengembalian dana kepada penumpang terdampak.
"Kami belum mendapat laporan (maskapai yang sudah melayani refund)," ujarnya.
Bagi penumpang yang tetap ingin melanjutkan perjalanan, refund tiket penerbangan bukan satu-satunya pilihan. Pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang dapat digunakan maskapai untuk mengalihkan penerbangan, menyesuaikan kondisi penyebaran abu vulkanik dan kebutuhan operasional.
Delapan Bandara Masih Ditutup
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menegaskan refund tiket penerbangan akibat pembatalan yang dipicu kondisi operasional bandara berlaku penuh 100 persen. Kebijakan tersebut ditujukan agar penumpang tidak menanggung kerugian akibat gangguan penerbangan yang terjadi karena faktor keselamatan.
"Terkait pembatalan atau refund penerbangan itu berlaku 100 persen," kata Lukman.
Hingga Minggu (6/9) malam, delapan bandara masih ditutup akibat dampak abu vulkanik erupsi GAK. Bandara yang terdampak mencakup Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, serta Bandara Radin Inten II Lampung.
Daftar tersebut juga mencakup Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Penutupan bandara dilakukan berkaitan dengan kondisi keselamatan penerbangan akibat abu vulkanik. Material vulkanik dapat mengganggu pengoperasian pesawat sehingga aktivitas penerbangan perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Lima Bandara Alternatif Disiapkan
Untuk menjaga konektivitas masyarakat, pemerintah menyiapkan lima bandara alternatif, yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), serta Bandara Adi Soemarmo di Solo.
Maskapai dipersilakan menggunakan bandara tersebut sebagai lokasi keberangkatan maupun pendaratan. Penggunaan bandara alternatif akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan perkembangan penyebaran abu vulkanik.
Pemerintah bersama InJourney Airports juga menyediakan transportasi darat gratis berupa kereta api dan bus bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju bandara alternatif.
Informasi mengenai pengalihan penerbangan akan disampaikan langsung kepada masing-masing penumpang oleh maskapai. Penumpang dapat memilih melanjutkan perjalanan melalui bandara alternatif yang ditentukan atau membatalkan perjalanan sesuai kebijakan pelayanan yang berlaku.
Kemenhub menegaskan koordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan terus dilakukan. Pemenuhan refund tiket penerbangan, reschedule, pengalihan melalui bandara alternatif, serta penyediaan transportasi pendukung menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga hak dan pelayanan kepada masyarakat selama gangguan penerbangan akibat erupsi GAK.
Komentar