Frame Daily, Tangerang – Dampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai dirasakan masyarakat sekitar. Asap tebal yang menyelimuti kawasan permukiman memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan ratusan warga dilaporkan mengalami gangguan pernapasan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat penanganan kesehatan bagi warga terdampak. Selain memperbanyak tenaga medis di lapangan, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan berkembangnya kasus ISPA menjadi pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil.
Ratusan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA
Data terbaru menunjukkan sekitar 154 warga sempat mengalami gejala ISPA akibat paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, jumlah pasien aktif yang masih membutuhkan pendampingan berkurang menjadi sekitar 22 orang.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, mengatakan petugas kesehatan tetap melakukan pemantauan secara intensif. Pemeriksaan kesehatan dilakukan tidak hanya di posko pengungsian, tetapi juga melalui layanan door to door bagi warga yang memilih tetap berada di rumah.
Pemerintah daerah sebelumnya juga membuka posko darurat sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga yang terdampak langsung oleh asap kebakaran. Sebagian besar warga kini telah kembali ke rumah masing-masing, tetapi layanan kesehatan tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya keluhan lanjutan.
Dinkes Tambah Tenaga Medis dan Layanan Kesehatan
Melihat tingginya jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang meningkatkan jumlah personel medis di lapangan.
Jika sebelumnya hanya belasan hingga sekitar 25 petugas yang bertugas, kini jumlah tenaga kesehatan yang disiagakan mencapai sekitar 50 orang. Mereka berasal dari sejumlah puskesmas di wilayah sekitar untuk memperkuat pelayanan kesehatan di lokasi terdampak.
Selain memberikan pemeriksaan kesehatan, petugas juga membagikan obat-obatan, masker, serta melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengurangi paparan asap selama kebakaran masih berlangsung.
Akumulasi warga yang memanfaatkan layanan kesehatan di posko dilaporkan telah mendekati 200 orang, didominasi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Risiko Pneumonia Jadi Perhatian Serius
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya menangani ISPA, tetapi juga mencegah penyakit tersebut berkembang menjadi pneumonia.
Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat dan berisiko fatal apabila tidak segera ditangani, terutama pada balita, lansia, serta masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah.
Karena itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, demam tinggi, atau keluhan lain yang semakin memburuk setelah terpapar asap.
Selain itu, warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik dan selalu menggunakan masker saat harus beraktivitas di area terdampak.
Penanganan Kebakaran Masih Terus Berlangsung

Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Kebakaran yang melanda area pembuangan sampah tersebut dinilai sulit dipadamkan karena material yang terbakar didominasi sampah dengan titik api berada di tumpukan tinggi. Kondisi cuaca panas dan embusan angin turut mempercepat penyebaran api.
Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan kebakaran. Sejumlah instansi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), turut membantu proses pemadaman dengan mengerahkan helikopter water bombing dan memperkuat operasi di darat.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pengendalian api sekaligus mengurangi paparan asap yang selama beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Imbauan bagi Masyarakat
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas kesehatan dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Warga diminta menggunakan masker ketika berada di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga ventilasi rumah tetap bersih dari paparan asap, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.
Dinas Kesehatan juga memastikan pemantauan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan hingga kualitas udara kembali membaik dan risiko penyebaran penyakit akibat asap kebakaran dapat ditekan.
Perkembangan ISPA akibat kebakaran TPA masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Selain fokus memadamkan kebakaran, upaya perlindungan kesehatan masyarakat terus diperkuat agar kasus ISPA tidak berkembang menjadi pneumonia maupun komplikasi lain yang lebih serius.
Komentar