RANS Entertainment Bidik Gelar Festival Musik Internasional Setara Coachella di Indonesia

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk merencanakan ekspansi Intellectual Property (IP) baru berupa festival musik berskala internasional yang terinspirasi dari Coachella.

RANS Entertainment Bidik Gelar Festival Musik Internasional Setara Coachella di Indonesia
Usai sukses dengan RANS Carnival, Raffi Ahmad ungkap rencana besar berikutnya menghadirkan festival musik internasional berskala Coachella di tanah air (Dok. Instagram @raffinagita1717)

Frame Daily, Jakarta - Perusahaan media dan hiburan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk tengah menyiapkan langkah strategis berikutnya dalam pengembangan lini bisnis hiburan. Pendiri RANS Entertainment, Raffi Ahmad, mengungkapkan ambisinya untuk menggelar festival musik berskala internasional di Indonesia dengan mengusung konsep yang terinspirasi dari festival legendaris Amerika Serikat, Coachella.

Rencana besar tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan portofolio Intellectual Property (IP) RANS Entertainment. Acara ini dirancang berdiri sendiri dan terpisah dari proyek hiburan keluarga tahunan mereka, RANS Carnival.

Dalam keterangannya di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Raffi Ahmad menjelaskan bahwa ide menghadirkan festival berskala global ini berawal dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi pertunjukan yang mampu menembus pasar luar negeri.

"Salah satu janjinya, prospeknya itu RANS, kita akan membuat ini di luar RANS Karnival ya yang di dalam Indonesia. Kita akan bikin yang seperti Coachella, maksudnya konser internasional. Kita bikin wadah besar, event yang mendatangkan orang-orang internasional ke Indonesia," ujar Raffi.

Menurut Raffi, daya tarik festival musik internasional tidak hanya terletak pada panggung hiburan semata, melainkan pada efek domino yang dihasilkannya. Penyelenggaraan acara berskala dunia diyakini mampu mendorong kunjungan wisatawan asing, menaikkan tingkat keterisian hotel, hingga menggairahkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Gagasan ini diklaim telah mendapatkan respons positif dari sejumlah mitra strategis RANS, baik dari dalam maupun luar negeri, yang melihat potensi besar pasar hiburan langsung (live entertainment) di Asia Tenggara.

Inisiatif pengembangan festival musik ini mengemuka seiring transformasi RANS Entertainment menjadi perusahaan publik yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perjalanan bisnis yang bermula dari tempat produksi konten sederhana kini telah berkembang menjadi ekosistem hiburan berbasis kreator (creator-based venture).

Co-founder RANS Entertainment, Nagita Slavina, menyoroti bagaimana arah bisnis perusahaan kini makin berfokus pada monetisasi IP secara berkelanjutan. Jika pada tahap awal berdiri RANS lebih banyak mengandalkan produksi konten digital dan aktivasi brand, kini korporasi aktif membangun aset IP mandiri seperti Cipung Land, RANS Carnival, hingga proyek turnamen olahraga dan musik.

"Platform hiburan saat ini memiliki tanggung jawab dan kesempatan besar untuk memberikan dampak sosial serta ekonomi yang nyata," kata Nagita. Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara kreator, pemilik merek, dan penyelenggara acara menjadi kunci dalam mengeksekusi proyek berisiko tinggi namun berpotensi imbal hasil besar.

Sektor pertunjukan musik langsung di Indonesia memang menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kedatangan berbagai musisi mancanegara serta menjamurnya festival musik lokal membuktikan tingginya daya beli dan minat masyarakat terhadap hiburan tatap muka.

Raffi Ahmad menilai bahwa perubahan perilaku konsumen pascapandemi menuntut pelaku industri kreatif untuk bertindak cepat dan adaptif. Transisi dari media konvensional ke platform digital, lalu berkembang menuju tren festival serta live streaming, harus dimanfaatkan secara optimal.

"Dinamika industri ini bergerak sangat cepat. Dari media digital, konser musik, sampai live streaming, kita dituntut untuk responsif membaca peluang. Ekosistem hiburan kita harus siap bersaing di tingkat regional," tegas Raffi.

Meski detail mengenai lokasi, jadwal pasti, hingga jajaran artis (lineup) belum diumumkan secara resmi ke publik, pihak RANS menegaskan bahwa proses perancangan dan penjajakan kerja sama terus berjalan. Kehadiran festival internasional besutan RANS ini diharapkan mampu memposisikan Indonesia sebagai salah satu destinasi utama tur musik dunia di kawasan Asia Pasifik.

Ditulis oleh Defi

Komentar