Frame Daily, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Jumat (31/7/2026) setelah mencatat kenaikan signifikan pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada perkembangan transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI), arah kebijakan moneter global, serta rilis laporan keuangan emiten semester I 2026.
Sejumlah analis menilai IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas area support jangka pendek. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi karena investor cenderung menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi dan moneter.
Sentimen Domestik Masih Mendominasi
Perhatian utama pasar masih tertuju pada proses pergantian kepemimpinan Bank Indonesia. Investor menilai kredibilitas kebijakan moneter akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, dan arus modal asing.
Selain itu, musim publikasi laporan keuangan emiten juga diperkirakan menjadi katalis yang dapat memengaruhi pergerakan sektor-sektor tertentu, terutama perbankan, energi, dan konsumer.
Faktor Global Tetap Berpengaruh
Dari eksternal, pelaku pasar masih mencermati sinyal kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta pergerakan harga komoditas dunia.
Perubahan ekspektasi terhadap arah suku bunga global berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Level Teknikal yang Perlu Dicermati
Secara teknikal, sejumlah analis memperkirakan:
- Support: 6.150–6.170
- Resistance: 6.220–6.250
Apabila IHSG mampu menembus level resistance disertai peningkatan volume transaksi, peluang melanjutkan penguatan menuju level yang lebih tinggi semakin terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area support dapat memicu aksi ambil untung jangka pendek.
Sektor Potensial Hari Ini
Beberapa sektor yang diperkirakan menjadi perhatian investor meliputi:
- Perbankan
- Energi
- Konsumer non-primer
- Pertambangan logam
- Infrastruktur
Saham-saham berkapitalisasi besar diperkirakan masih menjadi penggerak utama IHSG seiring meningkatnya aktivitas investor institusi.
Prospek Perdagangan
Secara keseluruhan, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan hari ini dengan tetap dibayangi sentimen global dan dinamika kebijakan domestik. Investor disarankan mencermati perkembangan terbaru terkait Bank Indonesia, pergerakan bursa regional Asia, serta rilis laporan keuangan emiten sebagai penentu arah perdagangan.
Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia, Reuters, dan publikasi riset pasar yang dirilis hingga 31 Juli 2026.

Komentar