Profil Gus Kikin, Ketum PBNU Baru Periode 2026–2031

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketum PBNU 2026–2031, mulai dari keluarga, pendidikan, pesantren hingga kiprah organisasi NU.

Profil Gus Kikin, Ketum PBNU Baru Periode 2026–2031
Dok Nuonline

Frame Daily, Jombang - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031 melalui mekanisme musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Gus Kikin ditetapkan setelah sembilan anggota AHWA bermusyawarah dan mencapai kesepakatan untuk memilih dirinya sebagai Ketua Umum PBNU. Keputusan tersebut dibacakan KH Anwar Iskandar dalam rangkaian Muktamar pada Senin (31/8/2026) pagi.

Terpilihnya Gus Kikin melengkapi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 setelah KH Miftachul Akhyar sebelumnya ditetapkan sebagai Rais Aam.

Cicit KH Hasyim Asy'ari

Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.

Dari garis ibunya, Gus Kikin merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Dengan demikian, Gus Kikin merupakan cicit pendiri NU tersebut.

Latar belakang keluarga pesantren menjadi bagian penting dalam perjalanan Gus Kikin. Ia juga memiliki hubungan kekerabatan dengan sejumlah tokoh pesantren di Jawa Timur. Dari jalur ayah, nasabnya terhubung dengan keluarga pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang.

Pendidikan Gus Kikin

Pendidikan Gus Kikin ditempuh melalui kombinasi pendidikan umum dan pendidikan pesantren.

Ia tercatat pernah bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Parimono, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang.

Setelah pendidikan menengah, Gus Kikin melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Ia kemudian juga menempuh pendidikan di Universitas Terbuka.

Selain pendidikan formal, Gus Kikin memiliki latar belakang pendidikan keagamaan yang kuat melalui lingkungan pesantren, termasuk pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang.

Pengasuh Pesantren Tebuireng

Nama Gus Kikin tidak hanya dikenal dalam struktur organisasi NU, tetapi juga sebagai salah satu tokoh penting pesantren di Jombang.

Ia dipercaya menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8 sejak 2020, meneruskan kepemimpinan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. Sebelumnya, Gus Kikin dipercaya sebagai Wakil Pengasuh Tebuireng pada 2016.

Posisi tersebut membuat Gus Kikin memiliki pengalaman langsung dalam mengelola salah satu lembaga pesantren yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan NU dan pendidikan Islam di Indonesia.

Kiprah di Organisasi NU

Di lingkungan organisasi, Gus Kikin juga memiliki rekam jejak panjang.

Ia dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2024–2029.

Sebelumnya, Gus Kikin juga pernah menduduki posisi Wakil Ketua PWNU Jawa Timur dan pernah dipercaya menjalankan tanggung jawab di tingkat PBNU.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting ketika namanya muncul sebagai kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU.

Punya Pengalaman Dunia Usaha

Selain pesantren dan organisasi, Gus Kikin juga dikenal memiliki pengalaman di bidang profesional dan dunia usaha.

Sejumlah laporan profil menyebut dirinya memiliki pengalaman dalam pengelolaan perusahaan, termasuk pernah memimpin perusahaan yang bergerak di sektor energi dan industri minyak dan gas.

Latar belakang tersebut membuat profil Gus Kikin memiliki kombinasi antara pengalaman pesantren, organisasi, pendidikan formal, dan manajerial.

Terpilih Setelah Unggul dalam Penjaringan

Sebelum ditetapkan sebagai Ketum PBNU, Gus Kikin juga menjadi peraih suara tertinggi dalam proses penjaringan aspirasi peserta Muktamar.

Ia memperoleh 472 suara, mengungguli sejumlah kandidat lainnya.

Namun, hasil penjaringan tersebut bukan merupakan mekanisme pemilihan langsung. Sesuai keputusan Muktamar, penentuan Ketua Umum dilakukan melalui AHWA.

Sembilan anggota AHWA kemudian bermusyawarah dan secara mufakat memilih Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.

Memimpin PBNU 2026–2031

Dengan terpilihnya Gus Kikin, kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 kini berada di bawah pasangan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum.

Keduanya akan memimpin NU untuk masa khidmat lima tahun ke depan.

Terpilihnya Gus Kikin sekaligus menandai babak baru PBNU setelah berakhirnya masa khidmat kepengurusan sebelumnya.

Kini, perhatian publik akan tertuju pada agenda kepemimpinan baru PBNU, termasuk konsolidasi organisasi, penyusunan kepengurusan, serta program NU untuk lima tahun mendatang.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar