Frame Daily, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam kurun waktu satu tahun terakhir, lebih cepat dari target awal pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.
"Delapan komoditas pangan telah mencapai swasembada," kata Prabowo dalam pidatonya.
Delapan komoditas pangan yang disebut telah mencapai swasembada yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Prabowo mengatakan capaian tersebut berhasil diraih dalam waktu satu tahun, sementara target awal pemerintah untuk mencapai swasembada pangan diproyeksikan membutuhkan waktu sekitar empat tahun. Menurut Presiden, percepatan tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor pertanian, termasuk penyediaan pupuk bagi petani.
Harga Pupuk Turun 20 Persen
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan pemerintah telah menyederhanakan tata kelola penyaluran pupuk dengan menghapus 145 aturan. Kebijakan tersebut, menurut Presiden, turut mendorong penurunan harga pupuk hingga 20 persen sekaligus meningkatkan ketersediaannya bagi petani.
Prabowo menyebut peningkatan ketersediaan pupuk dan penurunan harga tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan produksi pangan nasional. Presiden juga menyampaikan bahwa keuntungan PT Pupuk Indonesia justru meningkat 252,8 persen meskipun harga pupuk diturunkan.
"Harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen," ujar Prabowo.
Masih Ada Komoditas yang Dikejar
Meski menyatakan delapan komoditas telah mencapai swasembada, Prabowo menegaskan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk sejumlah komoditas pangan lainnya. Salah satunya adalah bawang putih. Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih dapat dicapai dalam waktu tiga tahun.
Selain itu, Indonesia masih belum mencapai swasembada daging sapi dan daging kerbau. Prabowo menyebut pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. Presiden mengatakan kebutuhan protein masyarakat secara umum telah dapat dipenuhi melalui sejumlah sumber pangan, termasuk ikan, telur, dan daging ayam.
Swasembada Jadi Strategi Ketahanan Nasional
Prabowo menempatkan swasembada pangan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional. Kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri sekaligus menghadapi ketidakpastian rantai pasok global.
Tantangan pemerintah berikutnya adalah menjaga agar capaian tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan. Peningkatan produksi harus diikuti dengan kepastian ketersediaan pupuk, produktivitas pertanian, distribusi pangan yang efisien serta harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
Di sisi lain, kesejahteraan petani juga menjadi faktor penting agar peningkatan produksi pangan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Dengan capaian delapan komoditas tersebut, pemerintah kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan swasembada sekaligus memperluasnya ke komoditas yang masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Pernyataan mengenai swasembada pangan menjadi salah satu bagian penting dari laporan capaian pemerintah yang disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan 2026.
Komentar