Polisi Ungkap Bentrok Pesilat vs Warga di Surabaya Tewaskan 1 Orang

Aksi tawuran di Kalijudan Surabaya pecah antara kelompok pesilat dan warga, mengakibatkan 1 orang tewas dan 2 luka-luka. Polrestabes buru pelaku.

Polisi Ungkap Bentrok Pesilat vs Warga di Surabaya Tewaskan 1 Orang
Situasi saat konvoi pesilat di jalanan Surabaya/ Istimewa

Frame Daily, Surabaya – Aksi tawuran berdarah pecah di kawasan perkampungan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, pada Rabu (16/6/2026) dini hari. Bentrokan massal yang melibatkan oknum kelompok pesilat dengan sekelompok warga setempat tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka parah.

Pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membenarkan adanya jatuhnya korban jiwa dalam insiden maut ini. Kasus ini kini tengah ditangani secara intensif oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) untuk meredam potensi konflik susulan.

Kronologi Kejadian Dipicu Provokasi Saat Konvoi

Peristiwa mencekam ini bermula ketika ratusan anggota kelompok pesilat melakukan aksi konvoi kendaraan bermotor di sepanjang jalanan kota. Rombongan tersebut diketahui hendak menghadiri acara pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang berlokasi di Kenjeran Park (Kenpark), Surabaya.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial, rombongan konvoi pesilat tampak memadati jalan raya sambil menyalakan suar (flare) serta kembang api. Suasana bising juga terdengar jelas akibat gesekan suara knalpot brong yang digeber di sepanjang rute jalan, sembari mengibarkan bendera berukuran besar berlogo organisasi mereka.

Situasi mulai tidak terkendali saat rombongan konvoi melintasi kawasan Jalan Ir. Soekarno atau jalur Merr Surabaya. Di lokasi tersebut, sekelompok pemuda yang diduga berasal dari perguruan silat rival disinyalir melakukan tindakan provokasi yang memancing amarah rombongan konvoi.

Merasa ditantang, massa pesilat langsung berbalik arah dan melakukan pengejaran secara agresif. Kelompok provokator tersebut kemudian melarikan diri ke dalam area gang perkampungan Kalijudan. Pengejaran ini berujung pada bentrokan salah sasaran yang melibatkan rombongan pesilat dengan warga kampung setempat yang berusaha mempertahankan wilayah mereka.

Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Utama

Merespons eskalasi kekerasan tersebut, personel gabungan dari Polrestabes Surabaya langsung diterjunkan ke lokasi guna membubarkan massa dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk aksi premanisme jalanan dan kini tengah melakukan penyelidikan mendalam di lapangan.

"Sampai saat ini anggota kami masih melakukan serangkaian tindakan taktis di lapangan. Polisi juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi mata di sekitar lokasi kejadian, dan kami akan terus mengembangkan kasus ini sampai seluruh pelaku utama terungkap," tegas AKBP Edy Herwiyanto kepada awak media.

AKBP Edy Herwiyanto juga merinci data valid mengenai jumlah korban akibat insiden bentrokan di Kalijudan tersebut:

1. Korban Meninggal Dunia: 1 Orang (meninggal di lokasi akibat luka hantaman benda tumpul/tajam).

2. Korban Luka-luka: 2 Orang (saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat).

Satreskrim Polrestabes Surabaya memasang target tinggi untuk menyelesaikan kasus ini dalam waktu singkat demi menjaga stabilitas dan kondusivitas keamanan di Kota Pahlawan.

Seluruh oknum yang terbukti memicu perusakan serta penganiayaan berat terancam dijerat pasal berlapis terkait kekerasan di muka umum sesuai hukum hukum pidana yang berlaku.

Ditulis oleh RAS

Komentar