Frame Daily, Jakarta - Aparat kepolisian berhasil menangkap seorang pria berinisial MY (34) yang diduga sebagai penyebar teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penangkapan ini dilakukan tidak lama setelah pihak sekolah menerima pesan ancaman peledakan yang memicu kepanikan pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kronologi Ancaman Peledakan di Lingkungan Sekolah
Teror bom SD Srengseng Sawah bermula ketika sejumlah guru dan staf tata usaha menerima pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp sekitar pukul 06.28 WIB. Dalam pesan tersebut, pengirim mengklaim telah memasang bahan peledak di 11 titik area sekolah dan mengancam akan meledakkannya dalam hitungan menit. Pelaku juga memperingatkan pihak sekolah untuk tidak melaporkan ancaman tersebut kepada aparat kepolisian.
Merespons laporan ancaman bom di SD tersebut, aparat gabungan dari Polsek Jagakarsa, Tim Gegana Brimob, dan Densus 88 segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses sterilisasi dilakukan secara menyeluruh di setiap sudut gedung sekolah untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan yang membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pengajar. Berdasarkan hasil penyisiran, tim penjinak bom tidak menemukan benda atau bahan peledak seperti yang diklaim oleh pelaku.
Langkah Penangkapan oleh Kepolisian
Setelah melakukan pelacakan nomor kontak peneror, pihak kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku penyebar teror bom tersebut di sekitar area sekolah. Pria berinisial MY tersebut saat ini telah dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut penyidik, proses hukum terhadap pelaku masih berproses di tingkat kepolisian. Pihak kepolisian belum merinci secara pasti mengenai motif di balik penyebar teror bom tersebut, karena keterangan pelaku dan tujuan pengiriman pesan masih didalami secara intensif oleh tim penyidik
Tindak Lanjut dan Suasana di Lokasi Kejadian
Sebagai langkah antisipasi untuk memberikan rasa aman kepada peserta didik, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dihentikan sementara dan seluruh siswa dipulangkan. Polisi juga telah menghimpun keterangan dari para saksi di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait pendidikan setempat
Hingga saat ini, pihak berwenang terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap kondusif. Langkah berikutnya yang akan ditempuh oleh kepolisian adalah merampungkan pemeriksaan terhadap tersangka untuk mengungkap motif pasti dari penyebar teror bom tersebut

Komentar