Frame Daily, Jakarta - Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 3–4 Agustus 2026 atas undangan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Thailand, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral sekaligus memperdalam kemitraan strategis antara kedua negara.
Dalam agenda yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri Thailand, Anutin akan memimpin delegasi pemerintah Thailand dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di Jakarta. Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas berbagai isu strategis, termasuk penguatan kerja sama di bidang politik dan keamanan, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, pemberantasan kejahatan lintas negara, serta peningkatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people relations).
Roadmap Kemitraan Strategis
Selain pertemuan bilateral, agenda kunjungan juga mencakup penandatanganan Roadmap Thailand–Indonesia Strategic Partnership 2026–2030 oleh Menteri Luar Negeri kedua negara. Dokumen tersebut disiapkan sebagai pedoman untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Thailand dalam lima tahun ke depan di berbagai bidang strategis.
Roadmap tersebut merupakan tindak lanjut dari peningkatan hubungan Indonesia dan Thailand menjadi Kemitraan Strategis, sekaligus menjadi kerangka kerja sama yang mencakup bidang politik dan keamanan, ekonomi, serta sosial budaya.
Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Kementerian Luar Negeri Thailand menyebutkan pertemuan kedua pemimpin juga dijadwalkan membahas upaya meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral, memperkuat rantai pasok regional, serta memperluas kerja sama di sektor-sektor yang menjadi kepentingan bersama.
Indonesia dan Thailand merupakan dua ekonomi terbesar di ASEAN dengan hubungan perdagangan dan investasi yang terus berkembang. Oleh karena itu, dialog tingkat tinggi antara kedua negara dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika kawasan.
Perkuat Peran di ASEAN
Selain isu bilateral, kedua pemimpin juga dijadwalkan bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan serta penguatan kerja sama dalam kerangka ASEAN. Pembahasan tersebut diharapkan semakin memperkokoh koordinasi Indonesia dan Thailand sebagai dua negara pendiri ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan regional.
Kunjungan resmi ini menjadi salah satu agenda diplomasi penting Indonesia pada awal Agustus 2026. Hasil pertemuan dan kesepakatan yang dicapai akan diumumkan setelah rangkaian agenda bilateral selesai dilaksanakan.
Komentar