PLN: Ekosistem Jadi Kunci Transisi Energi

PLN menegaskan keberhasilan transisi energi bergantung pada pembangunan ekosistem yang mampu menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong investasi.

PLN: Ekosistem Jadi Kunci Transisi Energi
Jaringan transmisi listrik dan pembangkit energi terbarukan menjadi bagian penting dalam mempercepat transisi energi nasional yang berkelanjutan.(Frame Daily)

Frame Daily, Surabaya - Percepatan transisi energi di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan pembangkit energi baru terbarukan. Keberhasilannya juga ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem yang mampu menjaga ketahanan energi, menarik investasi, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Direktur Distribusi PT PLN (Persero) sekaligus Sekretaris Jenderal Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Arsyadany Ghana Akmalaputri, dalam Surabaya Electric Forum yang menjadi bagian dari Indonesia Energy Week Surabaya 2026.

Menurut Arsyadany, Indonesia kini telah memiliki arah yang jelas melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Tantangan berikutnya adalah mempercepat implementasi berbagai program agar manfaat transisi energi segera dirasakan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

“RUPTL sudah memberikan arah yang jelas. Bukan lagi menentukan tujuan, tetapi seberapa cepat kita mampu mencapai tujuan tersebut. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana membangun ekosistem yang mampu menjaga ketahanan energi, keberlanjutan, sekaligus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Arsyadany.

Investasi dan Keandalan Harus Berjalan Bersama

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Amiruddin, mengatakan percepatan transisi energi harus tetap menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, keberlanjutan, dan keterjangkauan.

Menurutnya, pengembangan energi baru terbarukan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keandalan pasokan listrik nasional serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pelaku usaha.

Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor industri tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan energi.

Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Di sisi industri, CEO PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri, menilai transisi energi tidak dapat bergantung pada satu teknologi. Integrasi berbagai sumber energi serta optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia menjadi kunci menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Transisi energi bukan berarti meninggalkan apa yang sudah kita miliki, tetapi bagaimana kita terus meningkatkan sistem yang ada sambil membangun teknologi dan kapasitas baru secara bertahap. Yang ingin kita capai adalah sistem energi yang semakin bersih, namun tetap andal untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Fazil.

Surabaya Electric Forum mempertemukan pemerintah, PLN Group, akademisi, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi mempercepat implementasi transisi energi nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar