Frame Daily, Jakarta – Pilates dan barre menjadi dua jenis olahraga yang semakin diminati masyarakat yang ingin menjaga kebugaran tubuh tanpa harus melakukan latihan dengan intensitas tinggi. Keduanya sama-sama dikenal sebagai latihan berdampak rendah (low impact), sehingga dinilai ramah bagi persendian sekaligus mampu meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, dan fleksibilitas.
Meski kerap dianggap serupa, Pilates dan barre memiliki karakteristik yang berbeda. Pemilihan jenis latihan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan kebugaran, kondisi fisik, hingga preferensi masing-masing individu. Para ahli menilai tidak ada satu metode yang paling unggul untuk semua orang karena keduanya menawarkan manfaat yang saling melengkapi.
Perbedaan Pilates dan Barre
Pilates merupakan metode latihan yang dikembangkan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20. Latihan ini berfokus pada penguatan otot inti (core), pernapasan, postur tubuh, serta kontrol gerakan. Pilates dapat dilakukan di atas matras maupun menggunakan alat khusus seperti reformer.
Sementara itu, barre merupakan latihan yang terinspirasi dari gerakan balet dan dipadukan dengan unsur Pilates serta yoga. Gerakannya didominasi oleh repetisi kecil, posisi statis (isometric hold), serta latihan ketahanan otot menggunakan berat badan atau beban ringan. Meski menggunakan palang balet sebagai alat bantu, peserta tidak harus memiliki latar belakang menari.
Pilates lebih banyak dilakukan di lantai atau menggunakan alat, sedangkan barre lebih sering dilakukan dalam posisi berdiri dengan fokus pada kaki, pinggul, bokong, serta postur tubuh.
Manfaat Pilates bagi Kebugaran
Pilates dikenal efektif membantu memperkuat otot inti yang berperan penting dalam menopang tulang belakang dan menjaga stabilitas tubuh. Latihan ini juga membantu memperbaiki postur, meningkatkan keseimbangan, memperluas rentang gerak sendi, hingga mengurangi keluhan nyeri punggung bawah pada sebagian orang.
Menurut Mayo Clinic Press, Pilates cocok bagi mereka yang ingin meningkatkan mobilitas, keseimbangan, serta kontrol tubuh melalui gerakan yang terukur. Sementara UCLA Health menyebut latihan ini mampu membangun kekuatan otot tanpa memberikan tekanan berlebihan pada persendian.
Dalam ulasan terbaru Verywell Health yang mengutip dokter spesialis kedokteran olahraga Dr. Elan Goldwaser, Pilates dinilai sedikit lebih unggul untuk mendukung kesehatan jangka panjang karena memberikan perhatian besar pada kekuatan inti, keselarasan postur, dan perlindungan sendi.
Kelebihan Barre untuk Kebugaran

Di sisi lain, barre menawarkan latihan yang berfokus pada daya tahan otot melalui gerakan kecil dengan pengulangan tinggi. Latihan ini membantu mengencangkan otot, memperbaiki postur, meningkatkan fleksibilitas, sekaligus memperkuat otot-otot penyangga di kaki dan pergelangan kaki.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa barre membantu memperkuat otot melalui seluruh rentang gerak sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas sekaligus kontrol tubuh. Latihan ini juga memiliki risiko benturan yang lebih rendah dibanding olahraga dengan banyak lompatan atau gerakan eksplosif.
Barre juga dinilai cocok bagi pemula karena menggunakan beban ringan dan gerakan yang mudah dimodifikasi sesuai kemampuan peserta. Dalam praktiknya, latihan ini dapat meningkatkan kesadaran terhadap postur dan koordinasi tubuh apabila dilakukan secara rutin.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Pilihan antara Pilates atau barre sangat bergantung pada tujuan latihan. Bila sasaran utama adalah memperkuat otot inti, memperbaiki postur, serta meningkatkan stabilitas tubuh, Pilates dapat menjadi pilihan yang tepat.
Sebaliknya, bagi mereka yang ingin melatih ketahanan otot, membentuk otot kaki dan bokong, serta menikmati latihan dengan iringan musik dan ritme yang dinamis, barre bisa menjadi alternatif menarik. Kedua latihan sama-sama memberikan manfaat bagi fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan tubuh secara keseluruhan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri merekomendasikan orang dewasa tetap aktif secara fisik melalui kombinasi aktivitas aerobik serta latihan penguatan otot setiap pekan. Pilates maupun barre dapat menjadi bagian dari pola hidup aktif tersebut, tetapi tetap perlu dipadukan dengan latihan kardio dan penguatan otot sesuai kebutuhan individu.
Pada akhirnya, menjaga konsistensi berolahraga jauh lebih penting dibanding memilih jenis latihan tertentu. Baik Pilates atau barre untuk jaga kebugaran tubuh sama-sama menawarkan manfaat kesehatan apabila dilakukan secara rutin, menggunakan teknik yang benar, serta disesuaikan dengan kondisi dan tujuan kebugaran masing-masing.
Komentar