Penumpang Kereta Api Indonesia di Bekasi Hingga Cikampek Melonjak Tajam

Kereta Api Indonesia mencatat pertumbuhan penumpang 10,8 persen di wilayah Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek selama Semester I 2026.

Penumpang Kereta Api Indonesia di Bekasi Hingga Cikampek Melonjak Tajam
Ilustrasi. Penumpang Kereta Api Indonesia. (ANTARA)

Frame Daily, Jakarta – Kereta api indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai moda transportasi andalan masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat jumlah penumpang di Stasiun Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek sepanjang Semester I 2026 mencapai 2.267.510 orang. Angka tersebut meningkat 10,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.047.033 penumpang.

Peningkatan penggunaan kereta api indonesia terlihat dari volume keberangkatan maupun kedatangan penumpang. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah penumpang berangkat mencapai 1.148.248 orang, sedangkan penumpang tiba sebanyak 1.119.262 orang. Tren tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi indikator positif terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat. Menurutnya, kereta api indonesia kini menjadi pilihan utama untuk mendukung perjalanan antarkota karena menawarkan efisiensi waktu, kenyamanan, dan tingkat keselamatan yang terus ditingkatkan.

"Pertumbuhan volume pelanggan menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas antarkota," kata Franoto Wibowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (7/7).

Data Semester I 2026 juga memperlihatkan bahwa kereta api indonesia mengalami pertumbuhan merata di sejumlah stasiun utama wilayah timur Jakarta. Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa permintaan masyarakat terhadap layanan transportasi massal terus meningkat seiring aktivitas ekonomi dan perjalanan yang semakin padat.

Pertumbuhan Penumpang Didominasi Stasiun Bekasi

Stasiun Bekasi masih menjadi kontributor terbesar terhadap pergerakan penumpang di wilayah Daop 1 Jakarta. Selama Semester I 2026, jumlah penumpang berangkat mencapai 724.582 orang atau naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 652.836 orang.

Pada saat yang sama, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Bekasi meningkat menjadi 702.430 orang dari sebelumnya 634.967 orang atau tumbuh 10,6 persen.

Secara keseluruhan, mobilitas penumpang di Stasiun Bekasi mencapai 1.427.012 orang. Jumlah tersebut meningkat 10,8 persen dibandingkan Semester I 2025.

Franoto menilai tingginya aktivitas di Stasiun Bekasi menunjukkan kawasan tersebut masih menjadi salah satu simpul transportasi terpenting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Jakarta maupun berbagai kota lainnya.

"Secara keseluruhan, pergerakan penumpang di Stasiun Bekasi mencapai 1.427.012 orang, tumbuh 10,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.

Karawang Catat Pertumbuhan Tertinggi

Pertumbuhan paling signifikan terjadi di Stasiun Karawang. Volume keberangkatan meningkat 28,1 persen dari 79.082 penumpang menjadi 101.324 penumpang.

Jumlah penumpang yang tiba juga bertambah dari 81.119 orang menjadi 103.399 orang atau naik 27,5 persen.

Dengan capaian tersebut, total mobilitas penumpang di Stasiun Karawang mencapai 204.723 orang atau tumbuh 27,8 persen dibandingkan Semester I 2025.

Sementara itu, Stasiun Cikarang mencatat sebanyak 223.539 penumpang berangkat dan 207.601 penumpang tiba. Total mobilitas mencapai 431.140 orang atau meningkat 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun Stasiun Cikampek melayani 98.803 penumpang berangkat dan 105.832 penumpang tiba. Secara keseluruhan, jumlah penumpang mencapai 204.635 orang atau naik 11,7 persen dibandingkan Semester I 2025.

Data tersebut memperlihatkan pertumbuhan tidak hanya terpusat di kawasan penyangga Jakarta, melainkan juga menyebar ke wilayah Karawang dan Cikampek yang menjadi bagian penting jalur perjalanan antarkota di Pulau Jawa.

KAI Tingkatkan Layanan dan Keselamatan

Franoto menjelaskan karakter pertumbuhan di setiap stasiun memiliki pola yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

"Karakter pertumbuhan di masing-masing wilayah berbeda, namun secara keseluruhan trennya positif. KAI Daop 1 Jakarta terus menyesuaikan pelayanan dan fasilitas agar peningkatan mobilitas masyarakat dapat dilayani dengan aman, nyaman, dan optimal," tuturnya.

Sebagai respons atas peningkatan jumlah pelanggan, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan. Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan pelanggan, kesiapan operasional perjalanan kereta, pembenahan fasilitas stasiun, hingga penguatan standar keselamatan.

Evaluasi dilakukan secara berkala agar kapasitas layanan tetap mampu mengakomodasi lonjakan penumpang, terutama pada periode libur panjang maupun musim perjalanan dengan tingkat okupansi tinggi.

KAI juga berupaya menjaga ketepatan waktu perjalanan, meningkatkan kebersihan fasilitas publik, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi optimal untuk mendukung kenyamanan pelanggan.

Mobilitas Masyarakat Diperkirakan Terus Meningkat

Pertumbuhan jumlah pengguna kereta api pada Semester I 2026 mencerminkan perubahan pola mobilitas masyarakat yang semakin mengandalkan transportasi publik. Faktor efisiensi waktu perjalanan, kemudahan akses, serta meningkatnya kualitas pelayanan menjadi alasan utama masyarakat memilih moda transportasi berbasis rel.

Penguatan konektivitas antarwilayah juga diperkirakan akan terus mendorong kenaikan jumlah penumpang pada semester berikutnya. Wilayah Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek memiliki peran strategis sebagai kawasan industri, permukiman, dan pusat aktivitas ekonomi yang setiap hari menghasilkan mobilitas tinggi.

Dengan tren pertumbuhan dua digit di sejumlah stasiun utama, KAI Daop 1 Jakarta optimistis layanan kereta api akan terus menjadi tulang punggung transportasi masyarakat di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya. Peningkatan pelayanan, penguatan aspek keselamatan, serta penyesuaian kapasitas operasional diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap moda transportasi yang semakin diminati tersebut.

Ditulis oleh Irianto Susilo

Komentar