Frame Daily, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi membuka Jakarta Eco Future Festival 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026). Acara yang diselenggarakan bertepatan dengan rangkaian HUT ke-499 Jakarta ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen penanganan sampah berbasis masyarakat. Dalam perhelatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mencatatkan pencapaian membanggakan dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor ini diperoleh atas partisipasi lebih dari 6.300 orang dalam gerakan serentak pembuatan eco enzyme. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka secara resmi festival tersebut, menekankan bahwa Jakarta memiliki tanggung jawab besar sebagai kota global dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Menurutnya, masalah sampah di ibu kota merupakan tantangan utama yang harus dihadapi bersama. "Hari ini secara resmi saya membuka Jakarta Eco Future Festival 2026. Ini sebagai pengingat bahwa Jakarta sebagai kota global bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan penanganan sampah," ujar Pramono dalam sesi wawancara di Balai Kota, Jakarta, Jumat (3/7/2026). Pramono mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan luar biasa dari berbagai komunitas. Capaian rekor MURI dengan melibatkan hampir 6.336 peserta dalam pembuatan *eco enzyme* dipandang bukan sekadar angka atau penghargaan simbolis semata. "Yang lebih penting bukan sekadar rekor MURI, tetapi bagaimana gerakan ini benar-benar berdampak di lapangan," tambahnya. Selain pemecahan rekor MURI, kegiatan ini menjadi ajang kampanye bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengajak masyarakat menjadikan aktivitas memilah sampah dari sumbernya sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Langkah ini dianggap krusial mengingat Jakarta masih menghadapi volume sampah yang sangat besar, mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Pemprov DKI terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Sebagai wujud komitmen nyata untuk membenahi lingkungan, Pemprov DKI Jakarta juga mencanangkan Bank Sampah Balai Kota. Inisiatif ini dimaksudkan sebagai bukti bahwa perubahan harus dimulai dari lingkungan internal pemerintah terlebih dahulu sebelum menyentuh lapisan masyarakat luas. "Kami ingin memastikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi pelopor. Perubahan gaya hidup harus dimulai dari internal kita sendiri," ujar salah satu pejabat terkait di lingkungan Balai Kota. Pemprov DKI Jakarta menetapkan target ambisius untuk mengurangi residu sampah hingga di bawah 25 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan partisipasi masyarakat melalui gerakan *eco enzyme* atau pemilahan sampah, tetapi juga membangun fasilitas pengelolaan sampah modern. Beberapa fasilitas yang tengah diperkuat adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF). Infrastruktur ini diharapkan mampu mengolah sampah secara lebih efisien dan bernilai guna, sehingga mampu menekan volume sampah yang harus dibuang ke TPA. Perayaan Jakarta Eco Future Fest 2026 ini juga menjadi rangkaian persiapan menyambut usia lima abad Jakarta. Dengan semangat inovasi dan partisipasi aktif masyarakat, Pemprov DKI Jakarta optimis dapat menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.
Pemprov DKI Raih Rekor MURI di Jakarta Eco Future Fest 2026
Pemprov DKI Jakarta pecahkan rekor MURI dalam gerakan pembuatan eco enzyme di Jakarta Eco Future Fest 2026, ajak warga pilah sampah dari sumbernya.
Komentar