Kekecewaan mendalam dirasakan seorang pemilik kendaraan pribadi dalam unggahan di media sosial @karyamilitan setelah mobil miliknya mengalami kerusakan cukup parah akibat ditabrak armada taksi hijau milik perusahaan transportasi @id.greensm. Korban menilai pihak perusahaan tidak menunjukkan tanggung jawab yang semestinya atas insiden tersebut.
Menurut pengakuan korban, kecelakaan terjadi dan kesalahan disebut berada di pihak pengemudi taksi. Namun saat korban meminta kejelasan terkait ganti rugi perbaikan kendaraan, pihak perusahaan justru meminta agar penyelesaian dilakukan langsung secara kekeluargaan dengan sopir yang mengemudikan kendaraan tersebut.
Sikap tersebut memicu rasa kecewa dan amarah dari pemilik kendaraan. Ia mempertanyakan tanggung jawab perusahaan terhadap armada yang beroperasi di bawah nama dan manajemen perusahaan.
“Masak dari pihak perusahaan minta diselesaikan sama sopir secara kekeluargaan? Tidak ada tanggung jawab sama sekali dari pihak perusahaan?” ungkap korban dengan nada kesal.
Korban juga menyoroti kondisi sopir yang dinilai hanya pekerja biasa dengan penghasilan terbatas. Menurutnya, tidak adil apabila seluruh beban biaya kerusakan kendaraan dibebankan kepada seorang sopir tanpa keterlibatan perusahaan.
“Orang kecil disuruh tanggung jawab sendiri bagaimana ceritanya? Mau ganti pakai apa?” tambahnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena dinilai menyangkut tanggung jawab perusahaan terhadap risiko operasional armadanya. Jika pola penyelesaian seperti ini terus terjadi, masyarakat sebagai pihak yang dirugikan dikhawatirkan akan kesulitan mendapatkan kepastian ganti rugi, sementara perusahaan dianggap dapat menghindari tanggung jawab finansial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen perusahaan terkait keluhan yang ramai diperbincangkan tersebut.
Komentar