Pembeli Sepi, Pedagang Ayam Pasar Rawamangun Terancam Bangkrut

Pedagang daging ayam di Pasar Rawamangun menjerit akibat sepinya pembeli yang dipicu oleh lonjakan harga komoditas dari tingkat pemasok

Pembeli Sepi, Pedagang Ayam Pasar Rawamangun Terancam Bangkrut
Pedagang Daging Ayam Pasar Rawamangun Keluhkan Sepinya Pembeli / framdaily.id / Rus

Frame Daily, Jakarta – Sejumlah pedagang daging ayam potong di Pasar Pagi Rawamangun, Jakarta Timur, mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap omzet harian yang disebut merosot hingga lebih dari 50 persen.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana pasar yang biasanya dipadati aktivitas jual beli kini terlihat lebih lengang. Sejumlah pedagang tampak hanya menunggu pelanggan datang, sementara stok daging ayam masih banyak tersisa hingga menjelang siang.

Selain minimnya pembeli, para pedagang juga menghadapi tekanan dari harga ayam di tingkat distributor yang masih berfluktuasi. Kondisi tersebut membuat keuntungan semakin menipis di tengah biaya operasional dan sewa lapak yang tetap harus dipenuhi.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Pagi Rawamangun, Asep, mengatakan penurunan omzet dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat hingga perubahan pola belanja konsumen.

"Sekarang pembeli jauh berkurang. Kadang sampai siang masih banyak ayam yang belum terjual. Omzet kami turun lebih dari 50 persen. Harga ayam dari distributor juga masih naik turun, sementara banyak masyarakat beralih membeli melalui aplikasi online atau swalayan modern. Kami berharap pemerintah dapat membantu menstabilkan harga dan menghidupkan kembali pasar tradisional agar pedagang kecil bisa kembali bertahan," ujar Asep.

Menurut para pedagang, persaingan dengan platform belanja daring dan ritel modern semakin terasa. Kemudahan berbelanja secara digital membuat sebagian konsumen mulai meninggalkan pasar tradisional.

Para pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengembalikan daya tarik pasar tradisional. Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, banyak pedagang kecil akan kesulitan bertahan karena pendapatan harian tidak lagi mampu menutupi biaya operasional dan sewa lapak.

Fenomena lesunya aktivitas perdagangan di pasar tradisional ini menjadi perhatian karena tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga berpotensi memengaruhi roda perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas jual beli di pasar rakyat.

Ditulis oleh RUS

Komentar