Frame Daily, Jakarta – pemimpin tertinggi Ali Khamenei menjadi perhatian dunia setelah Pemerintah Indonesia memastikan rencana pengiriman perwakilan resmi untuk menghadiri prosesi pemakamannya di Iran. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa dirinya bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani direncanakan berangkat ke Iran sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin tertinggi Ali Khamenei, menyusul perubahan ketentuan dari Pemerintah Iran terkait tingkat pejabat yang dapat menghadiri acara tersebut.
Rencana kehadiran delegasi Indonesia disampaikan Menlu Sugiono seusai menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (7/7). Menurut Sugiono, pemerintah masih menunggu kepastian waktu dan lokasi yang dapat digunakan untuk menghadiri prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Ali Khamenei, mengingat besarnya jumlah pelayat dan pengaturan protokol oleh otoritas Iran.
Sugiono menjelaskan bahwa semula Pemerintah Indonesia berencana mengutus Duta Besar RI untuk Republik Islam Iran dalam prosesi penghormatan kepada pemimpin tertinggi Ali Khamenei. Keputusan tersebut diambil karena sejumlah pejabat negara memiliki agenda kenegaraan yang padat di dalam negeri sehingga keberangkatan ke Iran belum memungkinkan.
Perubahan rencana terjadi setelah Pemerintah Iran menginformasikan bahwa akses ke prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Ali Khamenei hanya diberikan kepada pejabat dengan tingkatan di atas duta besar. Atas dasar itu, Pemerintah Indonesia memutuskan menyesuaikan delegasi yang akan diberangkatkan sebagai bentuk penghormatan diplomatik terhadap tokoh yang memimpin Iran selama puluhan tahun.
Sugiono menegaskan komunikasi antara kedua negara masih terus berlangsung untuk memastikan teknis kunjungan. Menurut dia, penghormatan masyarakat Iran kepada pemimpin tertinggi Ali Khamenei sangat besar sehingga pemerintah setempat masih mengatur lokasi yang memungkinkan bagi para tamu negara menghadiri rangkaian prosesi tersebut.
“Karena pemakaman itu akan dilaksanakan pada tanggal 9 (Juli), Kamis, kita berencana akan hadir. Ini kita masih menunggu jawaban, waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri acara pemakaman tersebut,” kata Menlu Sugiono, dikutip dari ANTARA, Senin (7/7).
Sugiono menambahkan, “Rencananya yang akan berangkat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama dengan Ketua MPR RI.”
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Iran hanya memberikan akses kepada pejabat tertentu.
“Dari komunikasi yang terus kita lakukan bahwa karena penghormatan terhadap beliau sangat besar, kemudian massa juga sangat besar di sana, pihak Iran mesti mencoba untuk mencari titik atau spot yang tepat untuk menerima kunjungan kita,” ujar Sugiono, seperti dikutip ANTARA.
Perjalanan Terakhir Ali Khamenei
Prosesi penghormatan terhadap Ali Khamenei dijadwalkan berlangsung di beberapa kota di Iran dan Irak. Berdasarkan informasi yang disampaikan ANTARA mengutip otoritas Iran, prosesi di Tehran berlangsung pada Senin (7/7), kemudian dilanjutkan ke Kota Qom pada Selasa (8/7).
Setelah itu, jenazah akan dibawa ke Baghdad, Najaf, dan Karbala di Irak sebagai bagian dari rangkaian penghormatan keagamaan. Selanjutnya, jenazah dijadwalkan kembali ke Mashhad, kota kelahirannya, untuk dimakamkan pada Kamis (9/7).
Rangkaian tersebut diperkirakan dihadiri jutaan pelayat dari berbagai wilayah Iran serta tamu negara dari sejumlah negara sahabat. Otoritas Iran juga meningkatkan pengamanan di berbagai lokasi yang menjadi pusat kegiatan pemakaman.
Kehadiran pejabat asing menjadi bagian dari penghormatan diplomatik kepada sosok yang selama bertahun-tahun memegang posisi strategis dalam sistem pemerintahan Republik Islam Iran.
Respons Indonesia dan Hubungan Diplomatik
Keputusan Indonesia mengirim Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani menunjukkan komitmen menjaga hubungan diplomatik yang telah terjalin lama dengan Iran. Kedua negara selama ini memiliki kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik luar negeri, perdagangan, pendidikan, hingga hubungan antarparlemen.
Pengiriman pejabat tinggi negara dalam prosesi kenegaraan seperti pemakaman kepala negara atau tokoh penting lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjaga hubungan bilateral.
Sejumlah media nasional juga menyoroti langkah tersebut. ANTARA melaporkan bahwa perubahan delegasi Indonesia dilakukan setelah adanya konfirmasi resmi dari Pemerintah Iran mengenai tingkatan pejabat yang diperbolehkan menghadiri prosesi pemakaman.
Laporan serupa juga dimuat Kompas.com dan CNN Indonesia yang mengutip penjelasan Menlu Sugiono mengenai penyesuaian delegasi Indonesia setelah adanya komunikasi lanjutan dengan otoritas Iran. Kedua media tersebut menyebut pemerintah tetap mengedepankan penghormatan diplomatik sekaligus mempertimbangkan aspek teknis pelaksanaan acara.
Pengamat hubungan internasional dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebelumnya juga menilai kehadiran pejabat tinggi dalam acara kenegaraan merupakan praktik diplomasi yang umum dilakukan untuk menjaga komunikasi antarpemerintah, terlepas dari dinamika politik yang berkembang di masing-masing negara.
Perkembangan Terbaru
Hingga Senin (7/7), Pemerintah Indonesia masih menunggu konfirmasi akhir dari Pemerintah Iran mengenai lokasi dan mekanisme penerimaan delegasi asing dalam prosesi pemakaman. Menlu Sugiono memastikan komunikasi antara kedua negara terus berlangsung agar kehadiran delegasi Indonesia dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan otoritas Iran melalui laporan ANTARA, prosesi penghormatan akan berlanjut ke Qom, Baghdad, Najaf, Karbala, dan berakhir di Mashhad pada Kamis (9/7). Pemerintah Indonesia menyatakan akan menyesuaikan keberangkatan delegasi setelah seluruh pengaturan teknis dari pihak Iran dikonfirmasi secara resmi.
Komentar