Frame Daily, Jakarta - Pergantian Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026) berlangsung dalam hitungan jam. Pada pagi hingga siang hari, Purbaya Yudhi Sadewa masih hadir dan memberikan paparan dalam rapat kerja gabungan Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam forum tersebut, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dengan membahas sejumlah persoalan fiskal, termasuk RUU APBN 2027, Nota Keuangan, kondisi keuangan daerah dan strategi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Beberapa jam kemudian, situasinya berubah. Purbaya meninggalkan rapat sebelum agenda selesai, sementara pada sore harinya Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru.
Purbaya Masih Paparan Kebijakan Fiskal
Dalam rapat bersama Komite IV DPD RI, Purbaya menyampaikan kondisi keuangan pemerintah daerah. Ia mengatakan dana pemerintah daerah yang masih tersimpan di perbankan mencapai Rp195,2 triliun hingga 31 Agustus 2026.
“Pemerintah daerah perlu mengakselerasi eksekusi” anggaran tersebut agar memberikan manfaat optimal bagi perekonomian dan kualitas layanan publik, ujar Purbaya dalam rapat tersebut.
Purbaya juga menyoroti kondisi Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Pembangunan Daerah atau BPD yang mengalami penurunan. Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan berkurangnya transfer pemerintah pusat ke daerah.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pada saat rapat berlangsung, Purbaya masih aktif memberikan penjelasan mengenai kebijakan fiskal dan kondisi ekonomi daerah.
Bicara Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Dalam forum yang sama, Purbaya juga memaparkan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kembali ke level 6 persen.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan periode ketika Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat mempercepat peningkatan PDB per kapita dan kesejahteraan masyarakat.
Purbaya mengatakan pemerintah saat ini mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 6 persen atau lebih. Menurut dia, pertumbuhan pada level tersebut akan membuat peningkatan PDB per kapita berlangsung lebih signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Paparan tersebut disampaikan ketika Purbaya masih berstatus sebagai Menteri Keuangan dan memimpin pembahasan bersama Komite IV DPD RI pada Senin pagi.

Rapat Mendadak Terhenti
Situasi berubah ketika rapat masih berlangsung. Saat memberikan jawaban atas tanggapan anggota Komite IV DPD RI, Purbaya tiba-tiba keluar dari ruang rapat setelah menerima sambungan telepon.
Purbaya terlihat menerima telepon dari seseorang di luar ruangan dan kemudian bergegas meninggalkan lokasi. Purbaya meninggalkan rapat sekitar pukul 14.30 WIB tanpa memberikan keterangan kepada wartawan yang menunggu.
Belakangan diketahui Presiden Prabowo akan melakukan pergantian Menteri Keuangan pada hari yang sama. Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan kemudian dilantik sebagai Menteri Keuangan baru.
Rangkaian tersebut membuat rapat DPD RI menjadi momen terakhir Purbaya memberikan paparan sebagai Menteri Keuangan di hadapan lembaga negara sebelum posisinya beralih kepada Suahasil.
Suahasil Dilantik Beberapa Jam Kemudian
Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin sore. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Keuangan. Setelah pelantikan, ia menyatakan akan melanjutkan pekerjaan kementerian sekaligus berkoordinasi dengan Purbaya untuk proses transisi.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan resmi yang spesifik mengenai alasan Presiden Prabowo mengganti Purbaya. Karena itu, dugaan mengenai perbedaan kebijakan, persoalan koordinasi atau faktor lain belum dapat disebut sebagai penyebab resmi pergantian.
Komentar