Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 5,3, Warga DIY Berhamburan

Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur, DIY, Solo, dan Klaten. BMKG memastikan pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 5,3, Warga DIY Berhamburan
Ilustrasi sensor gempa atau seismograf : framedaily.id

Frame Daily, Pacitan – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada Sabtu (27/6/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bermagnitudo 5,6, yang kemudian dimutakhirkan menjadi Magnitudo 5,3.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,96 Lintang Selatan dan 111,16 Bujur Timur, sekitar 86 kilometer tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Getaran gempa dirasakan cukup luas hingga ke sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Warga di Pacitan, Wonogiri, Klaten, Solo, hingga Yogyakarta melaporkan merasakan guncangan yang berlangsung selama beberapa detik.

Warga Berhamburan Keluar Rumah

Guncangan yang terjadi saat jam istirahat siang membuat banyak warga panik dan bergegas keluar rumah maupun bangunan untuk mencari tempat yang lebih aman.

Di sejumlah wilayah DIY, seperti Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul, getaran dirasakan cukup jelas hingga menyebabkan lampu gantung dan benda-benda ringan bergoyang.

"Lagi santai tiba-tiba lampu gantung bergoyang kencang. Spontan langsung lari keluar bersama tetangga karena trauma gempa," ungkap salah seorang warga Bantul.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Wilayah yang Merasakan Getaran

Berdasarkan peta intensitas BMKG, gempa dirasakan dengan skala yang berbeda di sejumlah daerah.

Wilayah dengan Skala III MMI meliputi Pacitan, Wonogiri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Kediri, dan Nganjuk. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai adanya truk besar yang melintas.

Sementara itu, Skala II MMI dirasakan di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, Klaten, Ponorogo, Madiun, Magetan, Malang, dan Jember. Pada tingkat ini, getaran dirasakan sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak masih melakukan pemantauan dan asesmen cepat untuk memastikan kondisi infrastruktur serta kemungkinan adanya dampak yang ditimbulkan akibat gempa.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan (aftershock). Apabila terjadi guncangan lanjutan, masyarakat diimbau segera menuju area terbuka, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pemerintah bersama BMKG dan BPBD terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan masyarakat serta memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ditulis oleh RUS

Komentar