Orang Desa Jarang Makan Telur & Daging, Sejak ada MBG Mereka Bisa Merasakan

Mendes PDT Yandri Susanto menyebut warga desa jarang mengonsumsi telur dan daging. Program Makan Bergizi Gratis disebut membantu meningkatkan asupan gizi masyarakat.

Orang Desa Jarang Makan Telur & Daging, Sejak ada MBG Mereka Bisa Merasakan
Foto : Dok. Istimewa

Frame Daily, Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkapkan masih banyak masyarakat di wilayah pedesaan yang belum mampu mengonsumsi makanan bergizi secara rutin, terutama sumber protein seperti telur dan daging ayam. Kondisi tersebut diketahui berdasarkan aspirasi yang disampaikan para kepala desa dan aparatur desa dari berbagai daerah di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Yandri usai menggelar rapat koordinasi dan pertemuan bersama 10 asosiasi desa di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan kepala desa, perangkat desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Aspirasi Kepala Desa Soal Kondisi Gizi Warga

Dalam pertemuan tersebut, para kepala desa menyampaikan bahwa akses masyarakat terhadap makanan bergizi masih menjadi tantangan di banyak daerah. Keterbatasan daya beli membuat sebagian warga tidak dapat mengonsumsi telur maupun daging ayam secara rutin.

Menurut Yandri, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan luas dari masyarakat desa. Program tersebut dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi warga, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

"Tadi aspirasi mereka bahwa makan siang bergizi itu untuk rakyat di desa itu sangat memerlukan. Karena jarang selama ini penduduk desa itu setiap minggu itu bisa makan telur, makan daging ayam, dan sebagainya," ujar Yandri.

Ia menjelaskan bahwa laporan yang diterimanya dari berbagai daerah menunjukkan masih terdapat kesenjangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan bergizi. Hal ini menjadi perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Program MBG Dinilai Memberikan Manfaat

Yandri menilai kehadiran Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. Melalui program tersebut, warga yang sebelumnya jarang memperoleh asupan protein kini mulai merasakan manfaatnya.

Menurutnya, pemberian makanan bergizi secara rutin menjadi langkah penting untuk membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kesehatan masyarakat di pedesaan.

"Semenjak ada MBG, alhamdulillah mereka merasakan manfaatnya," kata Yandri.

Ia menambahkan bahwa respons dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan MBG sejauh ini cukup positif. Banyak kepala desa menilai program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.

Dukung Peningkatan Kualitas SDM Desa

Pemerintah terus mendorong agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara optimal di berbagai daerah. Selain bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif.

Wilayah pedesaan menjadi salah satu fokus pelaksanaan program karena masih terdapat masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan bergizi. Asupan protein seperti telur, daging ayam, ikan, serta makanan bernutrisi lainnya dinilai memiliki peran penting dalam menunjang kesehatan dan perkembangan anak.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa, pelaksanaan MBG diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.

Pemerintah berharap manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat terus dirasakan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Dengan pemenuhan gizi yang lebih baik, kualitas kesehatan masyarakat diharapkan meningkat sehingga mampu mendukung pembangunan desa yang lebih maju dan berkelanjutan.

Ditulis oleh Siswanto

Komentar