Olivia Rodrigo Kenakan Dress Custom Brand Palestina Nöl Collective

Penyanyi Olivia Rodrigo tampil mengenakan dress custom dari label fesyen Palestina, Nöl Collective, dalam konferensi pers jelang festival musik Daisy Chain Fields di Irvine, California. Rodrigo juga mengumumkan donasi US$10 juta untuk 10 organisasi hak perempuan dan anak.

Olivia Rodrigo Kenakan Dress Custom Brand Palestina Nöl Collective
Olivia Rodrigo mengenakan dress custom berbordir tatreez buatan label Palestina Nöl Collective saat mengumumkan penggalangan dana US$20 juta untuk hak-hak perempuan di gelaran Daisy Chain Fields, California (Dok. Instagram @oliviarodrigo)

Frame Daily, Jakarta - Di hadapan media menjelang gelaran perdana festival musik Daisy Chain Fields di Irvine, California, Olivia Rodrigo menarik perhatian publik tidak hanya lewat agenda musiknya, tetapi juga lewat pilihan gaya busananya. Bintang pop global tersebut tampil mengenakan dress custom berwarna pink garapan Nöl Collective, sebuah label fesyen yang berbasis di Palestina.

Busana khusus tersebut dirancang dengan sentuhan bordir tatreez—teknik sulam tradisional khas Palestina yang sarat akan nilai sejarah dan warisan budaya. Pada gaun Rodrigo, motif yang disematkan memadukan gambar burung dan rangkaian bunga daisy. Motif ini dirancang secara khusus untuk melambangkan pesan kebebasan serta persatuan.

Nöl Collective didirikan oleh desainer asal Palestina, Yasmeen Mjalli. Label ini dikenal konsisten memproduksi busana yang mengandalkan pengerjaan langsung dari para pengrajin lokal Palestina, sebagaimana dilaporkan oleh Vogue. Langkah Rodrigo mengenakan karya Mjalli di panggung konferensi pers internasional menjadi bentuk dukungan visual yang kuat terhadap ekosistem seni dan pengrajin Palestina.

Konferensi pers tersebut juga menjadi wadah bagi Rodrigo untuk menyampaikan komitmen sosialnya secara nyata. Pelantun lagu-lagu hits tersebut mengumumkan alokasi donasi senilai US$10 juta yang difokuskan untuk mendukung hak-hak perempuan serta anak perempuan.

Berdasarkan laporan Rolling Stone, dana hibah tersebut disalurkan secara langsung kepada 10 organisasi nonprofit terkemuka yang bergerak di bidang hak reproduksi, keadilan sosial, dan perlindungan gender. Daftar penerima donasi tersebut meliputi:

Baby2Baby – Organisasi yang menyediakan kebutuhan pokok bagi anak-anak dan keluarga kurang mampu.

Black Mamas Matter Alliance – Aliansi yang mengadvokasi keselamatan dan keadilan kesehatan maternal bagi ibu kulit hitam.

Center for Reproductive Rights – Lembaga hukum global yang memperjuangkan hak-hak reproduksi sebagai hak asasi manusia.

Planned Parenthood – Penyedia layanan kesehatan reproduksi dan edukasi seksual terkemuka.

National Women’s Law Center – Organisasi advokasi hukum untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

Lembaga Pendukung Penyintas Kekerasan Berbasis Gender – Berbagai organisasi yang fokus memberikan bantuan hukum, psikologis, dan perlindungan fisik bagi korban kekerasan.

Dampak dari penggalangan dana ini meningkat dua kali lipat berkat keterlibatan filantropis terkemuka. Melinda French Gates, melalui organisasi pengembangannya Pivotal Ventures, memberikan matching donation setara dengan jumlah donasi awal yang dikeluarkan oleh Rodrigo.

Dengan masuknya suntikan dana pendamping tersebut, total bantuan sosial yang berhasil dihimpun dan siap disalurkan mencapai angka US$20 juta. Kolaborasi antara figur publik muda dan filantropis global ini menandai langkah strategis dalam memperluas jangkauan bantuan kemanusiaan serta pemberdayaan perempuan di skala yang lebih luas.

Daisy Chain Fields sendiri merupakan festival musik yang digagas secara mandiri oleh Olivia Rodrigo. Gelaran ini dirancang khusus sebagai wadah merayakan karya-karya musisi perempuan, sekaligus menjadi platform penggalangan dukungan dan dana bagi isu-isu kritis yang dihadapi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.

Melalui integrasi antara aktivisme budaya lewat pilihan busana Nöl Collective, aksi nyata dalam bentuk donasi finansial, serta penyediaan ruang ekspresi bagi seniman perempuan, festival ini menandai evolusi peran Rodrigo dari sekadar musisi populer menjadi figur publik yang aktif memperjuangkan isu sosial di ranah global.

Ditulis oleh Defi

Komentar