Nanik Deyang Mundur dari Kepala BGN

Nanik Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjalani pengobatan jantung. Pemerintah menyiapkan pengganti agar program tetap berjalan.

Nanik Deyang Mundur dari Kepala BGN

Frame Daily, Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut disampaikan karena ia ingin fokus menjalani pengobatan penyakit jantung yang tengah dideritanya. Pengunduran diri itu sekaligus mengakhiri masa kepemimpinannya di lembaga yang bertanggung jawab mengawal berbagai program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Informasi mengenai pengunduran diri Nanik menjadi perhatian publik karena terjadi ketika BGN masih menjalankan berbagai agenda prioritas nasional. Pemerintah memastikan proses pergantian kepemimpinan dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Sebelumnya, Nanik ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN pada awal Juni 2026 menggantikan Dadan Hindayana. Penunjukan tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap kinerja lembaga dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Nanik Deyang Pamit untuk Menjalani Pengobatan

Dalam keterangannya, Nanik menyampaikan bahwa alasan utama pengunduran dirinya berkaitan dengan kondisi kesehatan. Ia membutuhkan waktu untuk menjalani rangkaian pengobatan penyakit jantung sehingga tidak dapat menjalankan tugas secara optimal sebagai Kepala BGN.

Keputusan tersebut disebut telah dipertimbangkan secara matang. Menurutnya, jabatan Kepala BGN membutuhkan perhatian penuh mengingat lembaga tersebut mengemban tanggung jawab besar dalam memastikan pelaksanaan program gizi nasional berjalan sesuai target.

Langkah mundur tersebut juga dinilai sebagai bentuk tanggung jawab agar kepemimpinan BGN dapat segera dilanjutkan oleh pejabat yang mampu bekerja secara penuh tanpa terganggu kondisi kesehatan.

Perjalanan Singkat Memimpin BGN

Nanik Sudaryati Deyang bukan sosok baru di lingkungan Badan Gizi Nasional. Sebelum dipercaya menjadi Kepala BGN, ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan terlibat dalam berbagai aspek pengawasan serta komunikasi publik lembaga tersebut. Ia resmi diangkat sebagai Kepala BGN setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya.

Pemerintah ketika itu menyebut pemilihan Nanik didasarkan pada kedisiplinan, ketegasan, serta pengalamannya dalam mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

Selain memiliki pengalaman di pemerintahan, Nanik juga pernah berkiprah di dunia jurnalistik sebelum aktif dalam berbagai lembaga publik. Latar belakang tersebut membuatnya dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang cukup kuat.

BGN Tetap Jalankan Program Prioritas

Pengunduran diri Nanik dipastikan tidak menghentikan berbagai program yang sedang berjalan di Badan Gizi Nasional. Pemerintah menegaskan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, tetap menjadi prioritas.

BGN memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia melalui koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai satuan pelayanan di lapangan. Karena itu, kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor penting agar pelaksanaan program tetap berlangsung sesuai rencana.

Pemerintah juga diharapkan segera menetapkan pejabat definitif atau pelaksana tugas untuk memastikan proses pengambilan keputusan di BGN tetap berjalan efektif.

Tantangan Kepemimpinan Baru

Pergantian pimpinan BGN terjadi di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Selain memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar, pimpinan baru nantinya juga akan menghadapi tantangan memperkuat tata kelola, meningkatkan pengawasan, serta menjaga kualitas layanan di seluruh daerah.

Keberlanjutan koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi pekerjaan penting agar target program dapat tercapai sesuai rencana.

Penutup

Pengunduran diri Nanik Deyang dari jabatan Kepala BGN menandai berakhirnya masa kepemimpinannya yang relatif singkat. Keputusan tersebut diambil dengan alasan kesehatan agar ia dapat menjalani pengobatan penyakit jantung secara optimal.

Di sisi lain, pemerintah memastikan Badan Gizi Nasional tetap menjalankan tugasnya dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis. Penunjukan pengganti diharapkan dapat menjaga kesinambungan kebijakan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan. Dengan demikian, agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat yang menjadi mandat utama BGN tetap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ditulis oleh Tita Melati

Komentar