Nama El Rumi Terseret Isu EJR di Threads, Kuasa Hukum Layangkan Peringatan Keras

Kuasa hukum El Rumi, Aldwin Rahadian, menegaskan kliennya tidak tahu-menahu mengenai tuduhan tersebut dan siap mengambil langkah hukum jika narasi fitnah terus digulirkan.

Nama El Rumi Terseret Isu EJR di Threads, Kuasa Hukum Layangkan Peringatan Keras
Pihak musisi dan figur publik El Rumi menanggapi santai namun tegas spekulasi liar netizen yang mengaitkan namanya dengan insiden dugaan pelecehan seksual berinisial 'EJR' di platform Threads (Dok. Instagram @elelrumi)

Frame Daily, Jakarta - Nama musisi muda El Jalaluddin Rumi atau yang akrab disapa El Rumi mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Putra kedua dari pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty ini mendadak diseret netizen ke dalam pusaran isu tidak sedap. Keterlibatan nama El Rumi bermula dari sebuah unggahan liar di platform sosial Threads yang membeberkan dugaan tindakan tidak menyenangkan oleh sosok berinisial EJR.

Isu ini mencuat pertama kali usai akun anonim @ajsbsbwas mengunggah curahan hati terkait dugaan pelecehan seksual. Dalam utasnya, akun tersebut mengklaim bahwa insiden yang dialaminya terjadi beberapa tahun lalu. Terduga korban menyebutkan bahwa dirinya sempat diberikan rokok elektrik (vape) yang disinyalir mengandung zat THC (tetrahydrocannabinol) hingga membuatnya kehilangan kesadaran sebelum tindakan tanpa persetujuan itu terjadi.

Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung meledak dan memicu aksi "cocokologi" di kalangan warga internet. Hanya berpatokan pada kecocokan inisial nama panjang El Jalaluddin Rumi serta informasi domisili terduga pelaku di area Pondok Indah, warganet lantas berbondong-bondong mengarahkan tudingan kepada suami dari aktris Syifa Hadju tersebut.

Menanggapi liar dan masifnya tuduhan tanpa dasar tersebut, pihak El Rumi memilih untuk mengambil tindakan tegas dengan menunjuk kuasa hukum. Aldwin Rahadian, selaku pengacara yang mewakili El Rumi, mengonfirmasi bahwa kliennya merasa sangat terganggu dan kebingungan atas tudingan yang tiba-tiba melayang kepadanya.

"El Rumi tentu merasa bingung dan terganggu dengan tuduhan itu. Yang pasti, klien kami jauh dari hal-hal yang disebutkan dalam utas tersebut. Ini berawal dari akun anonim yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya secara hukum," ujar Aldwin.

Aldwin menekankan bahwa tuduhan yang dilontarkan di ruang publik tanpa disertai bukti legal serta hanya bersembunyi di balik nama akun anonim adalah bentuk penggiringan opini yang amat berbahaya. Ia menyebut El Rumi selama ini dikenal memiliki rekam jejak, pergaulan, serta citra publik yang bersih dan jauh dari barang-barang terlarang maupun tindakan melanggar hukum.

"Tuduhan penggunaan zat THC dan tindakan semacam itu sangat serius. Mas El, Al, dan Dul itu sejauh ini sangat jauh dari perbuatan seperti itu. Kami tidak tahu siapa EJR yang dimaksud oleh akun tersebut, tetapi secara tiba-tiba publik langsung mengasosiasikannya dengan El Rumi hanya karena kemiripan inisial," tambah Aldwin.

Lebih lanjut, tim kuasa hukum El Rumi menyampaikan peringatan terbuka (warning) kepada pemilik akun maupun pihak-pihak lain yang sengaja menyebarkan narasi fitnah yang berpotensi merusak reputasi kliennya. Pihaknya menduga ada motif-motif tertentu di balik sengaja diviralkannya isu ini tanpa identitas penuduh yang jelas.

"Zaman lagi susah, banyak orang yang ingin menjatuhkan orang lain dengan modus-modus jahat atau bahkan dugaan pemerasan seperti ini. Saya imbau untuk hati-hati. Kalau memang ada seseorang yang merasa punya klaim atau merasa menjadi korban, jangan bersembunyi di balik akun anonim. Coba perlihatkan diri dan sampaikan secara resmi lewat jalur hukum," tegasnya.

Saat ini, tim hukum El Rumi telah melakukan inventarisasi dan pemantauan ketat terhadap pergerakan akun-akun di media sosial yang mengedarkan ujaran kebencian serta fitnah melampaui batas. Langkah hukum perdata maupun pidana siap ditempuh apabila narasi bohong tersebut terus digulirkan dan terbukti merugikan nama baik keluarga besar Ahmad Dhani.

Di sisi lain, respons dari publik juga terbelah. Banyak penggemar dan warganet yang membela El Rumi, menilai bahwa fenomena tuduhan berbasis inisial tanpa bukti otentik di media sosial kerap kali memakan korban figur publik yang tidak bersalah. Hingga kini, pihak El Rumi memilih tetap tenang sambil menyerahkan seluruh proses klarifikasi legal kepada tim kuasa hukumnya.

Ditulis oleh Defi

Komentar