Frame Daily, Jakarta - Dunia hiburan Tanah Air kembali diguncang kabar mengejutkan. Nama penyanyi muda Betrand Peto resmi terseret dalam laporan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Menanggapi isu liar yang terus bergulir di masyarakat, sang ayah asuh, Ruben Onsu, akhirnya mengambil langkah tegas dengan buka suara untuk menyampaikan klarifikasi resmi.
Pihak Polda Metro Jaya sebelumnya telah mengonfirmasi keberadaan laporan polisi tersebut. Kepolisian membenarkan bahwa sosok yang dilaporkan atas dugaan tindak pidana tersebut memang merupakan anak asuh dari pembawa acara kondang Ruben Onsu. Masuknya laporan ini lantas memicu berbagai spekulasi di kalangan publik dan jagat media sosial.
Menanggapi ketegangan yang berkembang, Ruben Onsu memilih menyampaikan pernyataan tertulis melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Ruben mengawali keterangannya dengan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kegaduhan serta ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari munculnya pemberitaan ini.
"Pertama-tama, kami memohon maaf atas pemberitaan yang terjadi. Mohon maaf apabila baru pagi ini saya dapat menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan," tulis Ruben dalam pernyataan resminya.
Ruben membeberkan alasan mengapa dirinya baru dapat memberikan tanggapan secara terbuka. Ia mengaku harus menunggu kepulangan Betrand yang pada malam sebelumnya masih menyelesaikan agenda syuting hingga larut malam. Langkah ini diambil Ruben demi mendapatkan gambaran situasi secara menyeluruh sebelum mengambil tindakan lebih jauh.
Tidak hanya mendengarkan keterangan dari sang anak, presenter berusia 43 tahun itu juga bergerak cepat untuk menggali informasi dari pihak-pihak yang berada di lokasi saat peristiwa yang dipersoalkan itu diduga terjadi.
"Tadi malam, saya masih menunggu anak saya pulang setelah menjalani proses syuting hingga larut malam. Siang ini, saya juga akan mendengarkan penjelasan dari temannya yang berada di lokasi kejadian, agar saya dapat memahami situasi dan mendapatkan informasi lebih lengkap," lanjut Ruben dalam tulisannya.
Mengingat proses verifikasi fakta internal masih berjalan, Ruben secara terbuka mengimbau masyarakat dan media agar tidak terburu-buru menyimpulkan dugaan hukum yang menyudutkan pihak manapun. Ia menegaskan komitmen keluarganya untuk bersikap transparan dan tidak akan melindungi siapa pun jika terbukti ada pelanggaran.
"Jadi sebelum masalah ini jelas, kami berharap kita jangan dulu mengambil kesimpulan atas laporan ini. Percayalah kami tidak akan menutup-nutupi apa yang terjadi sebenarnya sesuai bukti-bukti yang ada," tegasnya.
Sebagai langkah konkret dalam menghadapi proses hukum yang tengah berjalan di Polda Metro Jaya, Ruben menjamin bahwa pihak keluarga dan Betrand akan memenuhi segala prosedur kepolisian secara kooperatif. Komitmen ini disampaikan untuk memastikan penanganan perkara berjalan objetif dan berdasarkan fakta hukum yang sebenarnya.
"Kami akan berusaha untuk tetap kooperatif dan memberikan keterangan serta melakukan hal-hal yang diperlukan dengan sebaik-baiknya," kata Ruben menutup keterangannya.
Kasus dugaan TPKS yang menyeret nama figur publik ini kini sepenuhnya ditangani oleh penyidik Polda Metro Jaya. Kepolisian diperkirakan bakal segera memanggil para pihak terkait, baik pelapor, saksi-saksi di lokasi kejadian, maupun terlapor untuk dimintai keterangan resmi guna membuat terang perkara tersebut.
Komentar