Frame Daily, Jakarta - Indonesia siap mengawali perjuangan di Piala AFF 2026 dengan menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A. Duel akan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (27/7/2026) pukul 20.30 WIB. Bermodalkan rekor pertemuan yang sangat dominan, dukungan puluhan ribu suporter Merah Putih, serta persiapan yang matang, Skuad Garuda lebih diunggulkan untuk mengamankan tiga poin pertama di turnamen bergengsi Asia Tenggara tersebut.
Herdman: Garuda Siap Tempur
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik setelah menjalani rangkaian pemusatan latihan. Pelatih asal Kanada itu optimistis timnya siap membuka turnamen dengan hasil maksimal. "Kami telah menyiapkan seluruh pengaturan perjalanan ke Jakarta serta semua kebutuhan selama berada di Bogor. Seluruh tim sudah yakin dan berada dalam kondisi prima untuk pertandingan pertama ini," ujar Herdman.
Baca juga : Kejurnas Drift Speed Fest di Purwokerto berubah menjadi kepanikan setelah tribun VIP ambruk.
Meski demikian, Herdman memberikan ultimatum kepada anak asuhnya agar tidak terlena dengan status unggulan. Menurutnya, laga pembuka selalu memiliki tingkat kesulitan tersendiri sehingga fokus penuh harus dijaga sejak menit pertama. "Kami sadar ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah, siapa pun lawannya. Karena itu kami akan menjaga fokus sepenuhnya dan siap menghadapi pertandingan tersebut," katanya. Herdman menilai kesiapan fisik dan mental para pemain menjadi modal utama untuk melewati pertandingan perdana. Ia berharap seluruh program latihan yang telah dijalani mampu diterapkan secara maksimal di atas lapangan.
Rekor Berpihak kepada Indonesia
Secara statistik, Indonesia memang jauh lebih unggul dibanding Kamboja. Berdasarkan data Transfermarkt, dari 18 pertemuan kedua tim, Skuad Garuda sukses membukukan 15 kemenangan. Kamboja hanya mampu meraih dua kemenangan, sementara satu laga lainnya berakhir imbang.
Lebih impresif lagi, Kamboja sudah lebih dari lima dekade tidak pernah mengalahkan Indonesia. Kemenangan terakhir mereka terjadi pada President's Cup 1973 di Korea Selatan ketika tim yang masih bernama Khmer Republic menang tipis 3-2 atas Indonesia. Sejak kekalahan tersebut, Indonesia tidak pernah lagi takluk dari Kamboja dalam berbagai ajang internasional. Satu-satunya hasil imbang setelahnya terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 1998 saat kedua tim bermain 1-1 pada 27 April 1997.
Kamboja Datang dengan Persiapan Minim
Meski memiliki catatan yang berpihak kepada Indonesia, Herdman tetap meminta para pemain menghormati kekuatan lawan. Dalam beberapa tahun terakhir, Kamboja terus menunjukkan perkembangan melalui pembinaan pemain muda dan program naturalisasi yang membuat kualitas tim semakin kompetitif. Di sisi lain, Kamboja datang ke Bogor dengan modal yang kurang meyakinkan. Angkor Warriors baru saja menelan kekalahan 1-2 dari Singapura pada laga pembuka Grup A dan hanya memiliki waktu singkat untuk melakukan pemulihan sebelum menghadapi Indonesia. Pelatih Kamboja Koji Gyotoku mengakui timnya menghadapi situasi yang tidak ideal. "Beberapa hari lalu kami baru saja bermain, kemudian langsung melakukan perjalanan ke sini. Untuk menghadapi pertandingan besar seperti melawan Indonesia, waktu persiapan kami memang sangat terbatas," ujar Gyotoku. Meski kecewa dengan hasil laga sebelumnya, pelatih asal Jepang itu memastikan anak asuhnya tetap akan memberikan perlawanan terbaik. Sementara itu, kiper Kamboja Kimhuy Nul tetap menunjukkan optimisme. Ia menegaskan timnya datang ke Indonesia dengan ambisi membawa pulang kemenangan meski menyadari Skuad Garuda merupakan salah satu tim terkuat di grup.
Laga melawan Kamboja menjadi langkah awal Timnas Indonesia dalam upaya mengakhiri penantian panjang meraih gelar Piala AFF. Dengan kualitas skuad, rekor pertemuan yang superior, serta dukungan penuh suporter di Stadion Pakansari, kemenangan menjadi target mutlak yang harus diwujudkan untuk membuka jalan menuju prestasi tertinggi di Asia Tenggara.
Komentar