Menteri Ekraf Apresiasi Film Animasi Garuda di Dadaku

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri screening film animasi Garuda di Dadaku dan memberikan apresiasi terhadap kualitas karya tersebut.

Menteri Ekraf Apresiasi Film Animasi Garuda di Dadaku
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menghadiri screening film animasi Garuda di Dadaku di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026) (Dok. Instagram @ekraf.ri)

Frame Daily, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri pemutaran khusus film animasi Garuda di Dadaku di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap perkembangan industri animasi nasional yang dinilai semakin menunjukkan kualitas dan daya saing.

Dok. Instagram @ekraf.ri

Usai menyaksikan film tersebut, Teuku Riefky mengapresiasi kerja keras para animator dan kreator yang terlibat dalam proses produksinya. Menurutnya, Garuda di Dadaku memperlihatkan kemampuan talenta Indonesia dalam menghadirkan tontonan berkualitas dengan standar visual yang semakin matang.

Ia menilai film tersebut bukan hanya menjadi hiburan bagi keluarga, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kekayaan intelektual lokal dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi kreatif tinggi. Kehadiran film animasi berbasis karakter dan cerita Indonesia dinilai penting untuk memperkuat identitas industri kreatif nasional.

Dok. Instagram @ekraf.ri

Teuku Riefky juga menyoroti besarnya peluang industri animasi Indonesia untuk berkembang di pasar internasional. Dengan dukungan teknologi, sumber daya manusia yang kompeten, serta cerita yang dekat dengan masyarakat, karya-karya lokal diyakini mampu bersaing dengan produk dari negara lain.

Teuku Riefky juga menyoroti besarnya peluang industri animasi Indonesia untuk berkembang di pasar internasional. Dengan dukungan teknologi, sumber daya manusia yang kompeten, serta cerita yang dekat dengan masyarakat, karya-karya lokal diyakini mampu bersaing dengan produk dari negara lain.

Dok. Instagram @ekraf.ri

"Animasi Indonesia sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Kualitas yang ditampilkan dalam film ini menjadi bukti bahwa kreator lokal memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya yang bisa dinikmati masyarakat luas," ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Momentum penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 juga dianggap dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan IP lokal seperti Garuda di Dadaku kepada audiens yang lebih luas. Pemerintah berharap semakin banyak karya kreatif Indonesia yang mendapat perhatian, baik di dalam negeri maupun di kancah global.

Film Garuda di Dadaku sendiri dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026 dan menjadi salah satu proyek animasi nasional yang paling dinantikan tahun ini. Dengan mengangkat semangat olahraga dan perjuangan meraih mimpi, film tersebut diharapkan mampu menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan.

Ditulis oleh DF

Komentar