Makna Pakaian Adat NTT yang Dikenakan Grup Musik Wali di Istana Merdeka

Vokalis Wali, Faank, menyatakan bahwa penggunaan pakaian adat ini merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa bumi.

Makna Pakaian Adat NTT yang Dikenakan Grup Musik Wali di Istana Merdeka
Group musik Wali mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT) saat tampil membawakan lagu "Maju Tak Gentar" dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka (Dok. Istimewa)

Frame Daily, Jakarta - Aksi panggung grup musik Wali dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka menarik perhatian publik. Tidak hanya menghadirkan performa musik yang memukau saat membawakan lagu nasional "Maju Tak Gentar", para personel Wali tampil beda dengan mengenakan pakaian adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Upacara Penurunan Bendera.

Penampilan tersebut rupanya menyimpan pesan mendalam yang melampaui sekadar hiburan visual. Vokalis Wali, Farhan Zainal Muttaqin atau yang akrab disapa Faank, menjelaskan bahwa keputusan mereka mengenakan busana tradisional NTT bukanlah kebetulan atau sekadar pilihan estetika panggung belakangan ini.

Pilihan mengenakan pakaian adat tersebut merupakan simbol solidaritas dan empati mendalam dari para personel Wali terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur yang baru saja dilanda bencana gempa bumi. Melalui panggung megah Istana Merdeka, Wali ingin mengirimkan pesan kepedulian dan menggalang perhatian nasional bagi para korban yang terdampak musibah.

"Penampilan ini menjadi bentuk dukungan moral kami. Kami ingin masyarakat NTT tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan ini," ujar Faank.

Momen peringatan kemerdekaan di Istana Merdeka senantiasa identik dengan keberagaman budaya Nusantara yang dipamerkan melalui berbagai pakaian adat para tamu undangan dan pengisi acara. Namun, langkah Wali memberikan dimensi lain pada gelaran tahunan tersebut: memanfaatkan panggung kebangsaan untuk menyuarakan rasa kemanusiaan dan persatuan di tengah bencana.

Lagu "Maju Tak Gentar" yang dibawakan oleh Wali pun terasa semakin berbobot. Lirik heroik yang mengajak untuk pantang menyerah dan terus berjuang beresonansi dengan situasi yang dialami masyarakat NTT saat ini, yang tengah berupaya bangkit dari dampak gempa bumi.

Simbolisme busana adat dan alunan lagu perjuangan ini menjadi pengingat pentingnya nilai kesetiakawanan sosial antarwilayah di Indonesia. Di saat bagian lain dari negeri tengah merayakan pesta kemerdekaan, kepedulian terhadap sesama anak bangsa yang mengalami musibah harus tetap menyatu dalam semangat persatuan nasional.

Ditulis oleh Defi

Komentar