Macklemore Sumbangkan USD 1 Juta Bayaran Tur Ed Sheeran untuk Palestina

Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, memutuskan untuk menyumbangkan seluruh pendapatan bersihnya sebesar USD 1 juta (sekitar Rp16 miliar) dari penampilannya di tur Ed Sheeran kepada enam organisasi kemanusiaan yang berfokus membantu warga Palestina.

Macklemore Sumbangkan USD 1 Juta Bayaran Tur Ed Sheeran untuk Palestina
Usai dicoret dari rangkaian Loop Tour milik Ed Sheeran akibat aksinya menyerukan dukungan di atas panggung, Macklemore menyumbangkan seluruh bayarannya sebesar USD 1 juta (sekitar Rp16 miliar) kepada 6 organisasi kemanusiaan di Gaza (Dok. Instagram @macklemore)

Frame Daily, Jakarta - Musisi dan rapper kenamaan asal Amerika Serikat, Macklemore, kembali menyedot perhatian publik global. Di tengah pusaran kontroversi mengenai sikap politiknya, pelantun lagu Thrift Shop tersebut mengumumkan keputusan besar untuk menyumbangkan seluruh hasil pendapatannya dari rangkaian Loop Tour milik Ed Sheeran.

Nilai pendapatan bersih yang dialokasikan mencapai USD 1 juta atau setara dengan Rp16 miliar. Seluruh dana tersebut akan disalurkan secara langsung ke enam organisasi kemanusiaan non-pemerintah yang beroperasi di lapangan untuk menyokong masyarakat Palestina yang terdampak krisis di Gaza.

Langkah mengejutkan ini diambil hanya beberapa hari setelah pihak penyelenggara resmi mencoret nama Macklemore dari sisa jadwal tur. Keputusan pemecatan tersebut diduga kuat dipicu oleh aksi panggungnya di MetLife Stadium, New Jersey, tempat ia memanfaatkan sela-sela lagu untuk menyerukan slogan "Free Palestine" serta menyuarakan keprihatinannya atas penindasan yang dialami warga Gaza.

Dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui media sosial, Macklemore menegaskan bahwa dirinya tidak ingin polemik seputar pencoretan namanya menghalangi isu substansial yang sebenarnya terjadi di kawasan konflik. Menurutnya, sorotan utama media dan publik sejatinya harus tetap tertuju pada penderitaan warga sipil di Gaza, bukan pada persoalan bisnis pertunjukan hiburan.

"Dengan semua yang telah terjadi dalam 48 jam terakhir, saya ingin mengembalikan fokus pembicaraan ke tempat yang seharusnya: kepada rakyat Palestina yang masih dibunuh, hidup di bawah pendudukan militer, dan berjuang demi kebebasan mereka," tulis Macklemore dalam rilis resminya.

Tidak berhenti di situ, musisi berusia 41 tahun tersebut secara terbuka melemparkan tantangan kepada Robert Kraft, pemilik klub NFL New England Patriots sekaligus sosok pebisnis di balik pelaksanaan tur tersebut. Macklemore mengajak Kraft untuk menyamai nilai donasi sebesar USD 1 juta sebagai bentuk komitmen bersama terhadap nilai kemanusiaan.

"Apapun perbedaan pendapat kita, mungkin kita bisa menyepakati hal ini: nyawa warga Palestina layak untuk dilindungi. Nyawa seorang warga Palestina tidak kurang berharga dibanding nyawa siapa pun di bumi ini," lanjutnya.

Macklemore juga mengklarifikasi berbagai tuduhan dan spekulasi yang mengiringi aksi vokalnya selama ini. Ia menekankan bahwa kritik keras yang dilancarkannya terhadap kebijakan pemerintah Israel, serta penolakannya atas sistem yang ia sebut sebagai apartheid dan pembersihan etnis, sama sekali tidak didasari oleh kebencian terhadap komunitas Yahudi. Narasi yang ia dorong, tegasnya, adalah murni pesan tentang martabat kemanusiaan, cinta, serta kesetaraan hak bagi seluruh orang tanpa terkecuali.

Ia turut menyoroti realitas pahit yang dihadapi warga lokal di gaza secara mendalam. Macklemore menggambarkan penderitaan para orang tua yang terpaksa membopong anak-anak mereka ke rumah sakit yang sudah kehabisan fasilitas serta obat-obatan dasar. Ia memberi penghormatan khusus bagi para tenaga medis, relawan kemanusiaan, wartawan, hingga aktivis di lapangan yang setiap hari mempertaruhkan nyawa di bawah ancaman bombardir udara.

Secara emosional, ia juga menyebutkan tragedi terbaru yang merenggut nyawa Muhammad al Zinati, seorang remaja berusia 15 tahun yang tewas terkena serangan militer saat berupaya menolong pekerja kemanusiaan, Sherif Lubbad, yang terluka. Bagi Macklemore, insiden tersebut menjadi bukti nyata betapa berharga dan rapuhnya nyawa warga sipil di tengah pusaran konflik.

Macklemore menyebut tindakan menulis cek donasi hanyalah bentuk solidaritas yang paling ringan bila dibandingkan dengan pengorbanan para pekerja kemanusiaan dan aktivis di garis depan. Namun, ia menegaskan bahwa bantuan dana saja tidak akan bisa menyelesaikan masalah utama tanpa adanya perombakan politis secara mendasar atas penindasan yang telah berlangsung puluhan tahun.

Menutup pernyataannya, Macklemore mengingatkan publik agar tidak berpaling saat perhatian media massa mulai redup dan beralih ke isu lain. Ia berkomitmen untuk terus berdiri bersama perjuangan rakyat Palestina sampai kemerdekaan dan keadilan hakiki benar-benar terwujud.

Ditulis oleh Defi

Komentar