Frame Daily, Jakarta - Unjuk rasa yang digelar oleh mahasiswa yang digelar hari ini di Kawasan bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026) siang, mulai meramaikan linimasa platform media social TikTok.
Berdasarkan pantauan, laporan langsung atau live banyak menghiasi linimasa TikTok jika kita memasukkan kata kunci "demo bundaran HI" atau "demo mahasiswa" di menu pencarian.
Namun demikian materi video yang tersaji, hingga berita ini diturunkan belum memperlihatkan adanya penumpukan massa dalam jumlah besar.
Diketahui Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI akan melakukan aksi demontrasi di Bundaran HI. Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi memperkirakan akan ada seribu mahasiswa yang bertolak dari UI.
"Kami akan membawa seribu massa menuju Bundaran HI," ujar Albani.
Albani menjelaskan, BEM UI akan bergerak ke Jakarta setelah seluruh mahasiswa berkumpul.
"Kami akan menjalankan aksi nanti setelah salat Jumat, kita menghormati kawan-kawan yang salat Jumat terlebih dahulu," jelas Albani.
BEM UI akan membawa lima tuntutan. Mulai dari penghentian pemborosan anggaran APBN, menurunkan harga BBM, menurunkan harga kebutuhan pokok, memberhentikan program MBG, penghentian program Kopdes. Selain itu, BEM UI turut menuntut penghentian adanya militerisasi di ranah sipil.
"Kita meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahannya dan juga menyadari bahwa beliau sedang salah gitu," tegas Albani.
Pada demo hari ini, BEM UI membawa tema Menuju Indonesia Bangkrut. BEM UI melihat sejumlah sektor fiskal, moneter, dan pasar modal di Indonesia, sedang menuju ke krisis ekonomi.
"Kami minta agar pemerintah sebetulnya cepat mengakui kesalahan itu, cepat memperbaiki kesalahan itu," terang Albani.
Polisi Upayakan Pengalihan Titik Konsentrasi Demo
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi untuk mengalihkan massa mahasiswa yang akan berdemonstrasi di Bundaran HI ke Patung Kuda atau MPR/DPR RI.
Alasannya karena Kawasan Bundaran HI merupakan tempat perekonomian.
"Iya, memang kita ketahui bahwa seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat yang untuk menyampaikan aspirasi. Karena memang ada kegiatan-kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Sehingga kita sama-sama memaklumi, memahami untuk saling menghormati," kata Budi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Budi mengatakan, melalui Direktorat Intelijen, tengah mengupayakan koordinasi supaya titik demo Bundaran HI dialihkan ke Patung Kuda atau DPR. Ia berharap, dengan demikian, aspirasi dari mahasiswa tersampaikan dengan baik.
"Dan kami juga dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik tadi di Bundaran HI bisa di sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR/MPR. Sehingga aspirasinya juga tersampaikan dengan baik dan ini juga dilindungi oleh undang-undang," ujar Budi.
"Sekali lagi terima kasih, kita sama-sama berdoa untuk kegiatan pengamanan, pelayanan, penyampaian pendapat ini dapat berjalan aman, tertib, dan dapat dikendalikan," sambungnya.
Budi menyebut ada 6.088 personel gabungan TNI-Polri yang akan mengamankan demonstrasi mahasiswa hari ini. Ia menekankan anggota TNI-Polri dalam pengamanan tak ada yang membawa senjata api.
"Untuk jumlah personel gabungan TNI-Polri sejumlah 6.088 personel. Ini gabungan dari TNI 500 personel, ada dari Korbrimob 1.000 personel, BKO dari Kor Sabhara 200 personel, Polda Metro Jaya 3.802 personel dan Polres Metro Jakarta Pusat 586 personel," kata Budi.
Komentar