Frame Daily, Kolaka — Pemerintah Kabupaten Kolaka mulai menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas ojek lokal untuk mendukung operasional Site Paralayang Puncak Indah Kapuh Tiga di Desa Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Sulawesi Tenggara. Langkah ini dilakukan agar pengembangan destinasi wisata minat khusus tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar.
Pelibatan warga lokal menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Selain membuka peluang usaha baru, keberadaan destinasi paralayang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui jasa transportasi, kuliner, hingga produk UMKM.
Destinasi Wisata Trimatra
Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Andi Pangoriseng, mengatakan pemerintah daerah telah mulai mendata komunitas ojek dan pelaku UMKM yang akan dilibatkan dalam operasional kawasan wisata tersebut.
"Kami sudah mulai mendata komunitas ojek dan pelaku UMKM yang siap terlibat," kata Andi Pangoriseng. Senin,6/7. Dikutip dari ANTARA
Menurutnya, Desa Sani-Sani memiliki keunggulan karena mengusung konsep wisata Trimatra, yakni menggabungkan potensi wisata darat, laut, dan udara dalam satu kawasan. Selain paralayang, wilayah tersebut juga memiliki destinasi arung jeram, agrowisata cengkih dan kakao, serta panorama pesisir yang saling terhubung.
Keberadaan berbagai potensi wisata itu dinilai menjadi nilai tambah yang dapat memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Kolaka sebagai destinasi wisata di Sulawesi Tenggara.
Fasilitas dan Keamanan Jadi Prioritas
Pemerintah Kabupaten Kolaka juga berencana membangun berbagai fasilitas penunjang secara bertahap, seperti MCK, mushala, pendopo, hingga cottage untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan maupun atlet yang berlatih di lokasi.
Dari sisi teknis, kawasan paralayang Desa Sani-Sani dinilai memiliki kondisi yang mendukung kegiatan olahraga dirgantara. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut dengan arah angin yang stabil serta area pendaratan yang cukup luas sehingga dinilai aman untuk latihan maupun penerbangan wisata.
Meski demikian, peningkatan infrastruktur keselamatan tetap menjadi perhatian, terutama pembangunan landasan lepas landas yang lebih permanen guna mengantisipasi risiko saat musim hujan.
Wisata Tandem Mulai Rp600 Ribu
Pemerintah desa bersama pengelola juga telah menyiapkan layanan wisata paralayang tandem bagi masyarakat maupun wisatawan dengan tarif Rp600 ribu per orang. Biaya tersebut mencakup transportasi dari area pendaratan menuju titik lepas landas menggunakan jasa ojek lokal serta dokumentasi selama penerbangan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Sani-Sani dan Kabupaten Kolaka secara keseluruhan.
Komentar