Frame Daily, Jakarta – Penayangan Piala Dunia 2026 secara langsung melalui TVRI mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kehadiran Piala Dunia di televisi nasional menjadi momentum penting agar masyarakat Indonesia dapat menikmati salah satu ajang olahraga paling bergengsi secara gratis dari fase awal hingga partai final.
Pernyataan tersebut disampaikan Rahayu usai mengikuti acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Senin (20/7) dini hari. Ia menilai keberhasilan TVRI memperoleh hak siar membuka akses yang lebih luas bagi publik untuk menyaksikan pertandingan sepak bola kelas dunia.
"Kita jadi tahu ya bagaimana kita bisa menunjukkan suatu ajang yang internasional untuk bisa dinikmati oleh sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia," kata Rahayu, seperti dikutip ANTARA.
Penayangan Piala Dunia melalui televisi publik juga dinilai menjadi kesempatan bagi negara untuk memperluas pemerataan akses informasi dan hiburan olahraga. Rahayu menyebut langkah tersebut patut diapresiasi meski masih terdapat sejumlah aspek penyelenggaraan yang memerlukan evaluasi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menghadirkan Piala Dunia ke layar masyarakat Indonesia harus diikuti dengan pengukuran manfaat secara menyeluruh, baik dari sisi layanan publik maupun kontribusinya terhadap pengembangan sepak bola nasional.
Akses Luas untuk Masyarakat
TVRI menjadi pemegang hak siar pertandingan Piala Dunia 2026 di Indonesia dengan menayangkan seluruh pertandingan sejak babak awal hingga final. Kehadiran siaran gratis melalui televisi publik memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah menikmati pertandingan tanpa harus berlangganan layanan berbayar.
Rahayu mengatakan kesempatan tersebut memiliki nilai strategis karena olahraga, khususnya sepak bola, mampu menjadi sarana pemersatu masyarakat sekaligus mendorong minat generasi muda terhadap dunia olahraga.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam sistem penyiaran televisi publik. Evaluasi diperlukan agar investasi negara dalam memperoleh hak siar benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
"Kita masih harus melakukan banyak evaluasi dan juga mendapatkan laporan hasil dari manfaat tentunya dari penayangan-penayangan ini. Apakah investasi yang dilakukan oleh negara untuk bisa ditayangkan oleh TV nasional itu betul-betul bermanfaat secara sepenuhnya," ujar Rahayu.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa DPR tidak hanya melihat aspek penyiaran semata, melainkan juga efektivitas penggunaan anggaran negara dalam mendukung layanan publik melalui media penyiaran.
Harapan Indonesia Menuju Piala Dunia
Dalam kesempatan yang sama, Rahayu menyampaikan bahwa kehadiran Tim Nasional Indonesia di Piala Dunia masih menjadi harapan besar masyarakat. Menurutnya, penayangan turnamen terbesar FIFA itu dapat menjadi sumber inspirasi bagi pemain muda Indonesia untuk meningkatkan kualitas permainan.
Ia berharap para atlet nasional tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga memiliki pola pikir, disiplin, dan mentalitas seperti para pemain yang tampil pada ajang sepak bola tertinggi dunia tersebut.
Target membawa Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia telah menjadi salah satu agenda jangka panjang sepak bola nasional. Pemerintah, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), serta berbagai pemangku kepentingan terus melakukan pembinaan melalui kompetisi usia muda, peningkatan kualitas pelatih, hingga pembangunan infrastruktur olahraga.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan sepak bola Indonesia dilakukan secara bertahap dengan fokus pada pembinaan usia dini dan peningkatan kualitas kompetisi nasional. Erick mengatakan seluruh program tersebut diarahkan agar Indonesia mampu bersaing di level internasional dan memiliki peluang tampil di Piala Dunia.
Evaluasi Manfaat Hak Siar
Komisi VII DPR RI berencana menggali lebih jauh manfaat penayangan Piala Dunia oleh TVRI. Evaluasi itu mencakup dampak terhadap peningkatan literasi olahraga masyarakat, efektivitas penyiaran televisi publik, hingga kontribusinya terhadap pengembangan sepak bola nasional.
Hak siar ajang olahraga internasional selama ini menjadi salah satu instrumen penting bagi lembaga penyiaran untuk meningkatkan jangkauan penonton. Bagi televisi publik, keberhasilan memperoleh hak siar juga menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang sulit mengakses platform televisi berbayar.
Pengamat media menilai kehadiran siaran olahraga premium di televisi publik dapat meningkatkan daya tarik lembaga penyiaran negara sekaligus memperkuat fungsi pelayanan publik. Keberhasilan tersebut tetap perlu diimbangi peningkatan kualitas produksi, distribusi siaran, dan pemerataan akses di seluruh wilayah Indonesia.
Data FIFA menunjukkan Piala Dunia merupakan salah satu ajang olahraga dengan jumlah penonton terbesar di dunia. Turnamen ini selalu menarik perhatian miliaran pemirsa melalui berbagai platform penyiaran sehingga menjadi momentum penting bagi setiap negara pemegang hak siar.
Komitmen Pembinaan Terus Berlanjut
Harapan agar Indonesia tampil di Piala Dunia terus menjadi pembahasan dalam berbagai forum sepak bola nasional. Penayangan turnamen internasional dinilai dapat meningkatkan antusiasme masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pemain muda untuk mempelajari standar permainan kelas dunia.
DPR berharap manfaat penayangan Piala Dunia tidak berhenti pada aspek hiburan semata. Evaluasi terhadap investasi hak siar diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung pengembangan olahraga nasional sekaligus memperkuat fungsi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik.
Hingga saat ini, TVRI telah menuntaskan penayangan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026. Komisi VII DPR RI menyatakan akan menunggu laporan resmi terkait efektivitas program tersebut sebelum melakukan pembahasan lanjutan mengenai manfaat investasi negara dalam penyiaran ajang olahraga internasional.
Komentar