Fakta Penting
- Chromebook menjadi perangkat yang banyak digunakan di sekolah-sekolah Amerika Serikat.
- ChromeOS dikembangkan Google untuk mendukung pembelajaran berbasis cloud.
- Chromebook mudah dikelola dalam jumlah besar.
- Harga perangkat relatif lebih terjangkau dibanding banyak laptop konvensional.
- Di Indonesia, Chromebook pernah digunakan dalam program digitalisasi sekolah.
Frame Daily, Jakarta - Nama Chromebook kembali ramai dibicarakan setelah pengadaannya menjadi bagian dari perkara hukum yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Namun di luar perkara tersebut, Chromebook justru menjadi salah satu perangkat yang paling banyak digunakan di sekolah-sekolah Amerika Serikat.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Banyak institusi pendidikan memilih Chromebook karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan belajar digital dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan laptop konvensional.
Digunakan Jutaan Pelajar
Google menyebut Chromebook telah digunakan oleh lebih dari 50 juta siswa, guru, dan tenaga kependidikan di berbagai negara. Perangkat ini menjadi bagian dari ekosistem Google Workspace for Education, yang menyediakan layanan seperti Google Classroom, Google Docs, Google Drive, Google Meet, hingga Gmail untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Di Amerika Serikat, Chromebook menjadi perangkat yang umum digunakan pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah (K-12), baik di sekolah negeri maupun swasta.
Mudah Dikelola Sekolah
Salah satu alasan utama sekolah memilih Chromebook adalah kemudahan pengelolaan.
Administrator sekolah dapat mengatur ribuan perangkat secara terpusat, mulai dari membuat akun pengguna, memasang aplikasi, mengatur kebijakan keamanan, hingga melakukan pembaruan sistem tanpa harus memegang setiap laptop secara langsung.
Model pengelolaan seperti ini membantu sekolah menghemat waktu dan biaya operasional.
Harga Lebih Terjangkau
Selain mudah dikelola, Chromebook juga dikenal memiliki harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan banyak laptop berbasis Windows dengan spesifikasi serupa.
ChromeOS dirancang sebagai sistem operasi yang ringan sehingga tidak memerlukan perangkat keras berperforma tinggi untuk menjalankan aplikasi pembelajaran, konferensi video, maupun penyimpanan berbasis cloud.
Keamanan Jadi Nilai Tambah
Google melengkapi Chromebook dengan fitur keamanan seperti Verified Boot, Sandbox, dan pembaruan sistem otomatis.
Fitur tersebut membantu melindungi perangkat dari malware sekaligus mengurangi kebutuhan pemasangan perangkat lunak keamanan tambahan.
Bagi sekolah yang mengelola ribuan laptop, sistem ini dinilai lebih praktis karena pembaruan dilakukan secara otomatis.
Mengapa Dikaitkan dengan Kasus Nadiem?
Di Indonesia, Chromebook pernah dipilih dalam program digitalisasi sekolah yang dijalankan Kemendikbudristek.
Belakangan, program pengadaan perangkat tersebut menjadi bagian dari perkara hukum yang menjerat mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Majelis hakim telah menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dalam perkara tersebut.
Meski demikian, penting dipahami bahwa perkara yang diproses di pengadilan berkaitan dengan mekanisme pengadaan dan penggunaan anggaran, bukan terhadap teknologi Chromebook sebagai sebuah produk.
Di berbagai negara, Chromebook tetap menjadi salah satu perangkat utama yang digunakan untuk mendukung pembelajaran berbasis digital karena dinilai mudah digunakan, aman, dan efisien dalam pengelolaan.
Komentar