Kemlu Pastikan 9 WNI Misi Global Sumud Flotilla 2.0 Ditangkap Israel, Upaya Diplomatik Terus Dilakukan

Kemlu Pastikan 9 WNI Misi Global Sumud Flotilla 2.0 Ditangkap Israel, Upaya Diplomatik Terus Dilakukan
Foto : ANTARA/Cindy Frishanti/aa

Frame Daily, Jakarta, - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah ditangkap oleh otoritas Israel saat menjalankan misi menuju Gaza.

Kepastian tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan resmi pada Rabu (20/5/2026).

“Berdasarkan informasi terkini pukul 07.13 WIB, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” ujar Yvonne.

Kemlu Pastikan Pendampingan dan Jalur Diplomatik

Kementerian Luar Negeri menyatakan pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi intensif untuk memastikan keselamatan para WNI tersebut.

Pendekatan diplomatik dilakukan melalui perwakilan RI dan berbagai pihak terkait guna memperoleh akses pendampingan konsuler serta mempercepat proses pembebasan.

Presiden Prabowo Dijadwalkan Sampaikan Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR, Pertama dalam SejarahFrame Daily
Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Kemlu juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan mengingat kawasan konflik Gaza masih berada dalam kondisi sangat sensitif.

Tangkapan layar dari siaran langsung Global Sumud Flotilla di kanal YouTube

Misi Kemanusiaan untuk Gaza

Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan misi solidaritas internasional yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Misi itu diikuti relawan dari berbagai negara, termasuk anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Informasi awal menyebut rombongan membawa bantuan logistik, obat-obatan, susu bayi, dan kebutuhan dasar untuk warga sipil terdampak konflik.

Pencegatan dilaporkan terjadi ketika armada mendekati wilayah yang berada dalam pengawasan otoritas Israel.

Pengamat: Risiko Misi Kemanusiaan ke Gaza Sangat Tinggi

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai misi kemanusiaan menuju Gaza memang memiliki risiko keamanan dan politik yang sangat tinggi karena wilayah tersebut berada dalam pengawasan ketat Israel.

Menurut dia, pemerintah Indonesia perlu memaksimalkan jalur diplomasi internasional dan komunikasi dengan negara-negara yang memiliki akses langsung terhadap otoritas Israel.

“Keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama. Pemerintah perlu aktif membangun komunikasi multilateral agar proses pendampingan berjalan cepat,” kata Teuku Rezasyah dalam sejumlah wawancara media nasional terkait eskalasi konflik Gaza.

Pernyataan pengamat tersebut dikutip dari berbagai laporan media nasional yang membahas perkembangan konflik Timur Tengah.

Konflik Gaza Masih Jadi Sorotan Dunia

Situasi kemanusiaan di Gaza terus menjadi perhatian internasional dalam beberapa bulan terakhir. Berbagai organisasi dunia menyoroti keterbatasan distribusi bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga meningkatnya jumlah korban sipil akibat konflik berkepanjangan.

Indonesia sendiri secara konsisten mendukung perjuangan Palestina melalui jalur diplomasi internasional serta bantuan kemanusiaan.

Kasus penangkapan sembilan WNI ini memicu perhatian luas publik Indonesia, terutama terkait keselamatan relawan yang berada di wilayah konflik.

Hingga Rabu siang, belum ada informasi resmi mengenai lokasi penahanan maupun kondisi rinci seluruh WNI yang ditangkap tersebut.

Ditulis oleh T A

Komentar