Kemenhan Evaluasi Total Latsarmil Usai Dua Peserta Gugur

Program pelatihan militer bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) berduka. Dua peserta dilaporkan meninggal dunia akibat heat stroke dan henti jantung saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Kemenhan Evaluasi Total Latsarmil Usai Dua Peserta Gugur
Pelatihan Militer Bagi Calon Pengelolah Koperasi Merah Putih

Frame Daily, Jakarta - JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI bergerak cepat melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) setelah dua peserta Komponen Cadangan (Komcad) dari jajaran Studi Komponen Cadangan/Satuan Pendidikan Pemuda Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan.

Peristiwa tragis tersebut menghentikan sementara beberapa aktivitas fisik berat dalam latihan guna memberikan ruang bagi tim investigasi khusus.

Kronologi Kejadian

Insiden tersebut terjadi di pusat latihan penggodokan prajurit komponen cadangan. Dua peserta diduga mengalami kelelahan ekstrem akut (heat stroke) saat menjalani sesi latihan fisik luar ruangan di bawah cuaca terik.

Petugas medis di lapangan sempat memberikan pertolongan pertama dan melarikan kedua korban ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa keduanya tidak dapat tertolong.

Respons Resmi Kemenhan

Juru Bicara Kementerian Pertahanan menyatakan rasa duka mendalam kepada keluarga korban. Pemerintah berjanji akan bertanggung jawab penuh dan mengusut tuntas penyebab kematian.

"Menteri Pertahanan telah memerintahkan jajaran inspektorat jenderal dan tim medis militer untuk mengevaluasi seluruh standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan Latsarmil tahun ini," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/6).

Poin Evaluasi Utama

Proses evaluasi latsarmil kali ini fokus pada tiga area krusial:

Skrining Medis: Pengetatan riwayat kesehatan peserta sebelum masa latihan.

Modifikasi Cuaca: Penyesuaian jam latihan fisik berat dengan kondisi suhu lingkungan.

Kesiapan Medis: Peningkatan fasilitas evakuasi cepat di titik kritis lapangan.

Pihak Kemenhan menegaskan bahwa latihan militer bagi warga sipil harus tetap mengutamakan keselamatan jiwa tanpa mengurangi esensi kedisiplinan dan pembentukan karakter bela negara. Jenazah kedua peserta saat ini telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing dengan pengawalan militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Ditulis oleh RUS

Komentar