Frame Daily, Jakarta – Karier militer putra Sulawesi Utara, Mayjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, kembali mencatatkan pencapaian penting. Perwira TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) 1998 itu resmi menyandang pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI setelah dipercaya mengemban jabatan sebagai Deputi Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Promosi tersebut menjadi tonggak baru dalam perjalanan pengabdian Frega di lingkungan TNI dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perwira yang memiliki pengalaman luas, mulai dari satuan tempur, teritorial, komunikasi publik, hingga perumusan strategi pertahanan nasional.
Kenaikan pangkat itu juga menambah daftar lulusan Akmil 1998 yang berhasil mencapai pangkat jenderal bintang dua di lingkungan TNI.
Dipercaya Mengemban Jabatan Strategis
Sebelum menjabat Deputi Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional, Frega Wenas Inkiriwang bertugas sebagai Direktur Kebijakan Strategis Pertahanan (Dirjakstrahan) pada Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Penugasan tersebut menempatkannya dalam peran penting untuk menyusun berbagai kebijakan strategis yang berkaitan dengan sistem pertahanan nasional. Pengalaman di Kementerian Pertahanan memperluas kiprahnya dari lingkup operasional militer menuju penyusunan kebijakan pada tingkat nasional.
Kepercayaan yang diberikan negara melalui jabatan Deputi Geostrategi DPN sekaligus menjadi bentuk pengakuan atas rekam jejak dan kapasitasnya dalam bidang pertahanan.

Berawal dari Satuan Tempur Kostrad
Lahir pada 5 April 1977, Frega berasal dari kecabangan Infanteri Kostrad. Selama lebih dari dua dekade berdinas di TNI Angkatan Darat, ia telah menjalani berbagai penugasan penting di sejumlah satuan elite maupun satuan kewilayahan.
Perjalanan kariernya dimulai sebagai Pengasuh Akademi Militer, kemudian dipercaya menduduki berbagai jabatan di Yonif Lintas Udara 328/Dirgahayu Kostrad, mulai dari Komandan Peleton (Danton), Perwira Staf hingga Komandan Kompi (Danki).
Pengalaman lapangan tersebut menjadi fondasi yang memperkuat kepemimpinannya sebagai perwira infanteri.
Kariernya terus berkembang saat dipercaya menjadi Wakil Komandan Detasemen 3 Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Dalam masa penugasan itu, Frega juga memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan di US Secret Service dan Joint Special Operations University (JSOU) di Amerika Serikat.
Sepulang dari pendidikan tersebut, ia dipercaya memimpin Yonif Para Raider 330/Tri Dharma sebagai Komandan Batalyon.
Menempati Berbagai Posisi Penting
Selain pengalaman di satuan tempur, Frega juga memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Kostrad.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pribadi (Kaspri) Panglima Kostrad, kemudian dipercaya sebagai Wakil Kepala Penerangan Kostrad. Pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya, baik dalam bidang kepemimpinan maupun komunikasi organisasi.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Wakil Asisten di Kodam XVII/Cenderawasih serta Koordinator Staf Pribadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
Pada 2022, Frega mendapat amanah memimpin Kodim 0502/Jakarta Utara. Penugasan di wilayah ibu kota memberikan pengalaman langsung dalam pembinaan teritorial serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Setahun berikutnya, ia dipercaya menjadi Kepala Bagian Latihan (Kabaglat) Rindam Jaya sebelum kembali bertugas di Markas Besar TNI AD sebagai Paban VI/Kermalat Non-ASEAN Staf Latihan Angkatan Darat.
Rangkaian penugasan tersebut menunjukkan kemampuannya beradaptasi di berbagai bidang, baik operasional, pendidikan militer maupun pembinaan personel.
Kiprah di Kementerian Pertahanan
Pengabdian Frega tidak hanya berlangsung di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Pada 2024, ia dipercaya memimpin Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan sekaligus menjalankan tugas sebagai Juru Bicara Kementerian Pertahanan.
Dalam posisi tersebut, Frega menjadi salah satu wajah komunikasi publik Kementerian Pertahanan, menyampaikan berbagai informasi strategis kepada masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara institusi pertahanan dengan publik.
Kariernya kembali meningkat pada 2025 saat ditunjuk sebagai Direktur Kebijakan Strategis Pertahanan (Dirjakstrahan) di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan.
Penugasan itu semakin memperkuat pengalaman Frega dalam penyusunan kebijakan pertahanan yang bersifat strategis di tingkat nasional.
Mengemban Amanah Baru sebagai Mayjen TNI
Pada 2026, Frega dipercaya menjabat Deputi Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional. Jabatan tersebut mengantarkannya menyandang pangkat Mayor Jenderal TNI, sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Atas pencapaian tersebut, Frega menyampaikan rasa syukur atas perjalanan karier yang telah ditempuh.
"Semua hanya karena kemurahan Tuhan untuk bisa sampai di titik ini. Tentu banyak suka dan duka yang telah dilalui. Mohon doanya dari semua warga Kawanua agar kami selalu menjadi berkat bagi bangsa dan negara ini," ujar Frega.
Dengan pengalaman yang mencakup operasi militer, pembinaan teritorial, pendidikan, komunikasi publik hingga strategi pertahanan nasional, Mayjen TNI Frega Wenas Inkiriwang diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam memperkuat arah kebijakan geostrategi Indonesia melalui Dewan Pertahanan Nasional.
Promosi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa perjalanan panjang, konsistensi dalam bertugas, serta dedikasi terhadap institusi menjadi fondasi penting dalam membangun karier di lingkungan TNI.
Komentar