Hari Ini, Prabowo Pantau Asap Karhutla Kalimantan yang Meluas ke Malaysia

Karhutla Kalimantan meluas hingga memicu kabut asap ke Sarawak, Malaysia. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memantau langsung penanganan kebakaran Sabtu, (22/8/2026).

Hari Ini, Prabowo Pantau Asap Karhutla Kalimantan yang Meluas ke Malaysia
Kabut asap pekat menyelimuti Banjarbaru, Kalsel, Rabu (19/8/2028). Pengemudi diimbau mengurangi laju kendaraan untuk menghindari kecelakaan. (Foto : KOMPAS.com

Frame Daily, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi Kalimantan hari ini, Sabtu (22/8/2026), di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas.

Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan telah memicu kabut asap hingga Sarawak, Malaysia.

Kondisi karhutla menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian pemerintah dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Prabowo telah menginstruksikan penanganan karhutla secara maksimal dan terkoordinasi, termasuk pengerahan water bombing, helikopter, pesawat, serta operasi modifikasi cuaca.

Kunjungan Prabowo ke Kalimantan hari ini diharapkan menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi penanganan karhutla di lapangan, termasuk efektivitas pemadaman dan kesiapan pemerintah menghadapi dampak kabut asap.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan semakin meluas. Kabut asap bahkan terbawa angin hingga ke Sarawak, Malaysia, dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Dampaknya terasa hingga sektor pendidikan. Sebanyak 591 sekolah di Sarawak ditutup sementara pada Jumat (21/8/2026) setelah kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Penutupan tersebut mencakup 509 sekolah dasar dengan 107.590 murid serta 82 sekolah menengah dengan 89.733 siswa.

Kualitas udara di Serian, Sarawak, tercatat mencapai indeks pencemaran udara (API) 241 pada Jumat pagi. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa dampak karhutla di Kalimantan telah melampaui wilayah Indonesia. Asap dari Kalimantan Barat bergerak menuju bagian barat Sarawak dan memengaruhi kualitas udara di sejumlah kawasan.

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama

Di tengah meluasnya dampak karhutla, aparat kepolisian mulai mendalami penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kepolisian menjalankan penyelidikan dan investigasi secara bersamaan dengan upaya pemadaman.

"Ini beberapa nama sudah kita amankan," kata Listyo Sigit di Surabaya, Jumat (21/8/2026).

Kapolri belum memerinci identitas maupun konstruksi hukum terhadap sejumlah orang yang telah diamankan tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap keterkaitan mereka dengan kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah Kalimantan.

Langkah hukum juga berjalan di daerah. Polda Kalimantan Tengah, misalnya, telah menetapkan sekitar 12 orang sebagai tersangka kasus karhutla hingga pertengahan Agustus 2026.

38.310 Hektare Lahan Terbakar di Kalbar

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan dampak karhutla paling serius. Data terbaru BPBD Kalbar mencatat luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,86 hektare.

Ketapang menjadi salah satu wilayah dengan luas kebakaran terbesar, mencapai 12.443 hektare. Selanjutnya Kubu Raya 8.614 hektare dan Mempawah 6.144 hektare.

Besarnya kebakaran di Kalimantan Barat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kabut asap lintas batas menuju Sarawak.

Pemerintah juga memperkuat operasi penanganan. Sebanyak 12.880 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla di Kalimantan, terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pemerintah Perkuat Pemadaman dan Modifikasi Cuaca

Selain pemadaman darat, pemerintah mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu membasahi wilayah yang rawan terbakar.

Kementerian Kehutanan menyebut operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Barat telah dilakukan pada 13-17 Agustus 2026. Peluang pelaksanaan operasi kembali terbuka pada 23-27 Agustus 2026 berdasarkan prakiraan cuaca terkini.

Upaya tersebut diperkuat dengan patroli, deteksi dini, pemantauan titik panas, serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Di Kalimantan Timur, BPBD mencatat 24 titik panas pada Jumat (21/8/2026). Kabupaten Paser menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi karhutla tertinggi.

Dampak Karhutla Meluas

Dampak karhutla kini tidak hanya dirasakan melalui buruknya kualitas udara. Aktivitas pendidikan, mobilitas masyarakat, kesehatan, hingga hubungan lingkungan antarnegara ikut terdampak.

Di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pemerintah daerah bahkan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya menjadi belajar dari rumah untuk melindungi siswa serta tenaga pendidik dari paparan kabut asap.

Sementara itu, Malaysia terus memantau perkembangan kabut asap yang bergerak dari wilayah Indonesia.

Dengan kondisi kebakaran yang masih berlangsung, penegakan hukum terhadap pelaku menjadi bagian penting selain pemadaman. Pemerintah dituntut memastikan penanganan tidak berhenti pada pemadaman api, tetapi juga mengungkap penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab.

Karhutla Kalimantan pada Agustus 2026 kini telah berkembang menjadi persoalan lingkungan dan kemanusiaan lintas batas yang membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan.

Ditulis oleh Junaidi Saifuddin

Komentar