Jasad 4 Pendaki Ditemukan di Broad Peak Pakistan

Jasad 4 pendaki ditemukan di Broad Peak, Pakistan, setelah longsoran salju. Pencarian Nirmal Purja dan pendaki lain masih terus dilakukan.

Jasad 4 Pendaki Ditemukan di Broad Peak Pakistan
Nadhira Al Harthy berfoto di kawasan Pegunungan Karakoram, Pakistan, dalam salah satu unggahan di akun Instagram pribadinya. Pendaki asal Oman tersebut menjadi salah satu korban longsoran salju di Broad Peak. (Foto: Instagram/@alharthynoor)
Mallory Geis berpose di puncak Mera Peak, Nepal, dalam salah satu unggahan di akun Instagram @pursuitoftheview. Pendaki asal Amerika Serikat tersebut menjadi salah satu korban longsoran salju di Broad Peak, Pakistan. (Foto: Instagram/@pursuitoftheview)

Frame Daily, Pakistan - Empat jenazah pendaki berhasil ditemukan dalam operasi pencarian korban longsoran salju di Gunung Broad Peak, Pakistan. Hingga kini, tim penyelamat masih melanjutkan pencarian terhadap sejumlah pendaki yang dinyatakan hilang, termasuk pendaki gunung ternama asal Nepal, Nirmal Purja. Insiden yang terjadi di salah satu gunung tertinggi di dunia itu menjadi salah satu tragedi pendakian paling serius di kawasan Karakoram pada musim pendakian tahun ini.

Longsoran salju dilaporkan terjadi saat rombongan pendaki melintasi jalur antara Camp 2 dan Camp 3 Broad Peak, yang memiliki ketinggian lebih dari 8.000 meter. Medan yang ekstrem, cuaca buruk, dan ancaman longsoran susulan membuat proses pencarian berlangsung sangat sulit.

Empat Jenazah Berhasil Dievakuasi

Pur Bahadur Gurung atau Yuktadai berpose saat menjelajahi kawasan Gilgit-Baltistan, Pakistan. Pendaki dan pemandu gunung asal Nepal itu dikenal aktif mempromosikan keindahan pegunungan Karakoram melalui akun Instagram @guideyukta. (Foto: Instagram/@guideyukta)

Tim penyelamat Pakistan bersama relawan pendakian dan personel militer mengonfirmasi telah menemukan empat jenazah di lokasi longsoran. Identitas tiga korban telah dipastikan, yakni Pur Bahadur Gurung dari Nepal, Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy dari Oman, serta Mallory Geis dari Amerika Serikat. Sementara itu, satu jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi resmi.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena lokasi korban berada di lereng curam dengan risiko longsoran lanjutan. Helikopter militer sempat dikerahkan, namun operasi udara beberapa kali terkendala angin kencang dan jarak pandang yang terbatas.

Otoritas Pakistan menyatakan operasi pencarian akan terus dilanjutkan selama kondisi cuaca memungkinkan. Tim darat dan pengintaian menggunakan drone menjadi andalan untuk menyisir area longsoran yang luas.

Nirmal Purja Masih Dalam Pencarian

Salah satu nama yang menjadi perhatian dunia adalah Nirmal Purja atau yang dikenal sebagai "Nims". Pendaki asal Nepal tersebut terkenal setelah mencetak rekor mendaki 14 gunung di atas 8.000 meter hanya dalam waktu sekitar enam bulan pada 2019, sebuah pencapaian yang kemudian diangkat dalam film dokumenter "14 Peaks".

Hingga laporan terbaru, Purja masih belum ditemukan. Harapan sempat muncul setelah perangkat pelacak GPS yang dibawanya menunjukkan adanya pergerakan sesaat setelah longsoran terjadi. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa sinyal tersebut belum dapat dipastikan berasal dari aktivitas korban dan bukan akibat pergeseran salju atau material longsoran.

Selain Purja, beberapa pendaki lain dari Nepal, Pakistan, dan China juga masih dinyatakan hilang. Tim SAR belum dapat memastikan kondisi mereka mengingat sulitnya menjangkau lokasi kejadian.

Operasi SAR Terkendala Cuaca Ekstrem

Broad Peak yang memiliki ketinggian sekitar 8.051 meter merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia dan dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi. Pada musim panas sekalipun, kawasan ini kerap dilanda badai salju, angin kencang, serta perubahan cuaca yang berlangsung sangat cepat.

Menurut otoritas setempat, cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian. Beberapa kali helikopter tidak dapat diterbangkan karena jarak pandang rendah dan hembusan angin yang berbahaya bagi penerbangan di ketinggian. Tim penyelamat juga harus mempertimbangkan keselamatan personel karena ancaman longsoran susulan masih cukup tinggi.

Drone digunakan untuk memetakan area longsoran dan mencari kemungkinan lokasi korban. Namun, penggunaan teknologi tersebut juga dibatasi oleh kondisi cuaca di pegunungan Karakoram.

Dunia Pendakian Berduka

Kabar hilangnya rombongan pendaki memicu keprihatinan komunitas pendakian internasional. Nirmal Purja dikenal luas sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh dalam dunia mountaineering modern berkat berbagai rekor dan ekspedisinya di Himalaya maupun Karakoram.

Selain Purja, para korban lain juga dikenal aktif mengikuti ekspedisi gunung-gunung tinggi dunia. Tragedi ini kembali mengingatkan bahwa pendakian gunung di atas 8.000 meter tetap memiliki risiko yang sangat besar meskipun dilakukan oleh pendaki berpengalaman dengan dukungan teknologi modern.

Otoritas Pakistan, Alpine Club of Pakistan, serta tim penyelamat masih berkoordinasi untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap para pendaki yang belum ditemukan. Hingga laporan terbaru, jasad 4 pendaki telah ditemukan, sementara pencarian terhadap Nirmal Purja dan pendaki lainnya tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi cuaca di Broad Peak.

Ditulis oleh Tita Melati

Komentar