Frame Daily, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan Indonesia kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan ayam dan telur di dalam negeri, tetapi juga telah mengalami surplus produksi. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi pemerintah untuk memperluas pasar ekspor produk unggas ke berbagai negara.
Menurut Sudaryono, saat ini produk unggas Indonesia telah diekspor ke 11 negara. Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memperluas pasar internasional agar surplus produksi di dalam negeri dapat terserap secara optimal.
“Untuk komoditas ayam dan telur, Indonesia saat ini bukan hanya swasembada, tetapi sudah mengalami surplus produksi (oversupply). Produk kita telah diekspor ke 11 negara dan akan terus ditingkatkan,” kata Sudaryono.
Arab Saudi dan China Jadi Pasar Potensial
Sudaryono menjelaskan pemerintah tengah membuka peluang ekspor yang lebih luas, terutama ke Arab Saudi dan China.
Arab Saudi dinilai memiliki potensi besar karena tingginya kebutuhan pangan untuk melayani jutaan jamaah umrah dan haji setiap tahun.
Sementara itu, pasar China menjadi salah satu tujuan yang terus dijajaki karena memiliki permintaan terhadap produk unggas tertentu, termasuk ceker ayam, yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Salah satu pasar potensial adalah Arab Saudi, terutama untuk memenuhi kebutuhan jamaah umrah. Selain itu, pasar China juga terus dijajaki. Di China, salah satu produk yang banyak diminati adalah ceker ayam,” ujarnya.
Diplomasi Presiden Buka Peluang Pasar
Menurut Sudaryono, perluasan ekspor bukan hanya menjadi tugas Kementerian Pertanian, tetapi juga bagian dari diplomasi ekonomi pemerintah.
Ia mengatakan setiap pertemuan Presiden dengan kepala negara lain dimanfaatkan untuk membuka akses pasar bagi berbagai komoditas Indonesia, mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga perikanan.
Komoditas seperti sarang burung walet, durian, ayam, telur, dan produk pangan lainnya menjadi bagian dari pembahasan dalam upaya memperluas ekspor nasional.
Ekspor Dinilai Jaga Stabilitas Harga
Selain meningkatkan devisa negara, perluasan ekspor juga diharapkan menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan permintaan di dalam negeri.
Dengan pasar yang semakin luas, surplus produksi ayam dan telur dapat terserap lebih baik sehingga tekanan terhadap harga di tingkat peternak dapat dikurangi.
Pemerintah berharap strategi penguatan pasar domestik melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembukaan pasar ekspor berjalan beriringan untuk menciptakan industri perunggasan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Komentar